METROHEADLINE.NET, Semarang – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pelatihan budidaya sayur yang digelar di area pertanian dalam kompleks lapas, Selasa (12/5/2026).
Program pelatihan tersebut diikuti belasan warga binaan pemasyarakatan sebagai bagian dari upaya peningkatan keterampilan dan pemberdayaan menjelang reintegrasi sosial ke masyarakat.
Kepala Lapas Semarang, Ahmad Tohari, mengatakan kegiatan pelatihan ini bertujuan memberikan bekal kemampuan praktis agar warga binaan memiliki peluang bekerja maupun membangun usaha mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.
“Program ini menjadi salah satu bentuk pembinaan keterampilan agar warga binaan memiliki kemampuan produktif dan siap kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pelatihan langsung mengenai teknik budidaya sayuran, mulai dari proses pencampuran pupuk, sekam, serta media tanam ke dalam polybag hingga praktik penanaman.
Selain praktik lapangan, warga binaan juga diberikan pemahaman mengenai cara perawatan tanaman, pengendalian hama, hingga penanganan penyakit tanaman agar hasil pertanian dapat optimal.
Ahmad Tohari berharap pelatihan tersebut mampu membangun semangat kemandirian dan membuka peluang ekonomi baru bagi warga binaan setelah bebas nanti.
Program pembinaan ini juga menjadi bagian dari komitmen pemasyarakatan modern yang tidak hanya berfokus pada pembinaan mental dan disiplin, tetapi juga peningkatan keterampilan produktif yang dapat diterapkan secara langsung di masyarakat.
Menariknya, kegiatan pelatihan budidaya sayur tersebut turut diikuti warga binaan dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan dan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nunukan secara daring sebagai bentuk kolaborasi pembinaan antarlembaga pemasyarakatan di Indonesia.















