METROHEADLINE.NET, Direktorat Jenderal Imigrasi melalui Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang menggelar sosialisasi kebijakan keimigrasian terbaru terkait program Global Citizen of Indonesia (GCI), Golden Visa, serta penyesuaian sistem aplikasi E-Visa pada Rabu, 13 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aruss tersebut diikuti berbagai pemangku kepentingan, mulai dari jajaran keimigrasian, organisasi masyarakat asing, hingga sejumlah perusahaan pengguna tenaga kerja asing (TKA) di wilayah Jawa Tengah.
Sosialisasi ini diselenggarakan oleh Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikkim) berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang Nomor WIM13.IMI.1-3176-TI.08.02 Tahun 2026 tentang Sosialisasi Global Citizen of Indonesia (GCI), Golden Visa, dan Penyesuaian Kesisteman Aplikasi E-Visa.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, Ari Widodo mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi serta meningkatkan pemahaman para stakeholder terhadap perkembangan kebijakan keimigrasian nasional.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan seluruh pihak memahami perkembangan kebijakan dan sistem keimigrasian Indonesia sehingga pelayanan kepada masyarakat maupun warga negara asing dapat berjalan lebih efektif dan optimal,” ujar Ari Widodo.
Peserta kegiatan terdiri dari pegawai Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, pegawai Kantor Imigrasi Semarang, pegawai Rumah Detensi Imigrasi Semarang, organisasi PERCA Jawa Tengah di Kota Semarang, hingga sejumlah perusahaan pengguna TKA.
Beberapa perusahaan yang turut hadir antara lain PT DCID Jaya Makmur, PT Eclat Textile International, PT Glory Industrial Semarang Hesed Indonesia, PT Hop Lun Indonesia, PT Mas Arya Indonesia, PT Sam Sam Jaya Garments, PT Sango Ceramics Indonesia, serta PT Ungaran Sari Garments.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah narasumber dari Direktorat Jenderal Imigrasi turut memberikan pemaparan teknis terkait kebijakan terbaru. Ketua Tim Pengembangan Aplikasi Keimigrasian, Yan Toto Nugroho menyampaikan materi mengenai penyesuaian sistem aplikasi E-Visa.
Sementara itu, Feri Ferdinanto memaparkan kebijakan Golden Visa, sedangkan Cun Sudiharto menjelaskan program Global Citizen of Indonesia (GCI).
Kegiatan berlangsung interaktif dengan tingginya antusiasme peserta. Sesi diskusi dan tanya jawab dimanfaatkan untuk menggali lebih dalam mengenai implementasi kebijakan baru, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas warga negara asing serta penggunaan tenaga kerja asing di Indonesia.
Perwakilan organisasi PERCA Jawa Tengah maupun perusahaan pengguna TKA aktif menyampaikan berbagai pertanyaan terkait mekanisme Golden Visa, layanan E-Visa, hingga implementasi program GCI di lapangan.
Menurut Ari Widodo, sinergi antara pihak imigrasi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung kebijakan keimigrasian yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan global.
“Hubungan baik dengan seluruh stakeholder perlu terus dijaga agar implementasi kebijakan keimigrasian dapat berjalan optimal sebagai wujud nyata Imigrasi untuk Rakyat,” tegasnya.















