METROHEADLINE.NET , Jakarta – Kepergian Guruh Soekarnoputra meninggalkan duka mendalam bagi para pelaku seni dan budaya Indonesia. Sosok seniman yang dikenal memiliki lintas karya disiplin itu dikenang sebagai sosok besar yang mampu memadukan seni tradisi dengan karya-karya kontemporer secara halus dan kuat.
Hal tersebut disampaikan musisi Once Mekel saat menghadiri pemakaman Guruh Soekarnoputra di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026).
Sekali menilai salah satu keistimewaan Guruh terletak pada kemampuannya mengolah kekayaan seni tradisional menjadi karya yang dapat diterima oleh masyarakat luas tanpa kehilangan akar budayanya.
Menurut Once, Guruh memiliki kemampuan luar biasa dalam mentransformasikan elemen-elemen tradisional, khususnya musik Jawa, ke dalam karya musik kontemporer. Perpaduan tersebut, kata dia, tidak sekedar menjadi unsur tambahan, melainkan menyatu secara alami dalam karya.
“Dalam karya-karya Guruh, perpaduan itu begitu halus. Mudah diterima tanpa meninggalkan kekhasan tradisional. Sifatnya juga bukan hanya tempelan. Semua yang tradisional itu bukan hanya tempelan dalam karya-karya kontemporer,” ujar Once.
Ia mengatakan, pendekatan Guruh dalam berkesenian menjadi sesuatu yang jarang ditemui. Karya-karyanya mampu mempertemukan seni tradisi dengan perkembangan zaman sehingga tetap memiliki daya tarik bagi generasi yang lebih luas.
Sekali juga berharap karya-karya Guruh tetap dirawat, dimainkan, dan diperkenalkan kepada generasi mendatang. Menurutnya, warisan tersebut memiliki nilai penting bagi perjalanan seni dan Kebudayaan Indonesia.
“Jasanya, karya-karyanya, dan apa yang diberikan serta dipersembahkan untuk Indonesia tidak boleh dilupakan. Kita mendapatkan sosok yang bisa dijadikan inspirasi besar, khususnya di dunia kesenian dan kebudayaan,” katanya.
Sekali menambahkan, karya-karya Guruh memiliki keunggulan yang menurutnya masih sulit ditemukan hingga saat ini. Oleh karena itu, ia berharap karya tersebut tidak berhenti sebagai bagian dari sejarah, tetapi terus hidup dan dikenalkan dari generasi ke generasi.
Dalam kesempatan itu, Once juga menyampaikan pesan kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi kepergian Guruh.
“Semoga keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan,” ucapnya.
Bagi Once, Guruh bukan sekedar musisi atau pencipta karya seni. Ia mengenang Guruh sebagai seniman dan budayawan besar yang memiliki pengaruh luas terhadap perkembangan kreativitas di Indonesia.
Bahkan pernah menyebut Guruh sebagai “matahari kebudayaan Indonesia”, sosok yang menjadi magnet bagi banyak orang kreatif, terutama di Jakarta.
“Seniman dan budayawan yang besar, matahari Kebudayaan Indonesia.Tokoh yang menarik banyak orang di dalam lingkarannya,” tutur Once.
Ia mengenang, pada era 1970-an hingga 1990-an, khususnya ketika Guruh sedang aktif berkarya, banyak orang kreatif di Jakarta yang berusaha mendekati dan belajar dari sosok-sosok tersebut. Guruh, kata Once, merupakan figur yang sangat dihormati di lingkungan seni.
Menurutnya, keistimewaan Guruh juga terlihat dari kemampuannya menguasai berbagai bidang seni. Tidak hanya musik, Guruh juga dikenal memiliki perhatian dan kemampuan dalam seni tari hingga dunia fashion.
“Almarhum itu adalah seniman multidimensi. Bukan hanya musik, tapi juga seni tari, juga fashion. Almarhum sangat menguasai bidang-bidang itu,” kata Once.
Ia menilai kemampuan Guruh dalam berbagai bidang seni menjadikannya sebagai salah satu tokoh yang unik dan istimewa dalam perjalanan Kebudayaan Indonesia.
Kepergian Guruh Soekarnoputra, lanjut Once, bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga meninggalkan ruang besar dalam dunia seni dan kebudayaan. Namun, warisan karya yang ditinggalkannya diharapkan tetap menjadi sumber inspirasi bagi para seniman dan generasi muda Indonesia.

“Tidak harus kita rawat supaya dimainkan, dikeluarkan untuk generasi dari masa ke masa. Sebab karya beliau sangat berarti, sangat bermakna,” tutupnya.***
One thought on “Once Mekel Kenang Guruh Soekarnoputra sebagai Seniman Multidimensi dan Matahari Kebudayaan Indonesia”