Ratusan Warga Bandar Lampung Hadiri Sosialisasi Program Bangga Kencana

Spread the love

Lampung, Metroheadline.net – Anggota Komisi IX DPR RI berkolaborasi dengan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Lampung mengadakan sosialisasi program Bangga Kencana kepada masyarakat. Sosialisasi dilaksanakan di Gedung Badminton Dana Warih, Kel. Segalamider, Kec. Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Selasa (13/10/2026).

Hadir dalam acara tersebut sebagai tuan rumah Carl Arlyn Akbar (Plt.Camat Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung). Sementara narasumber yang dihadirkan adalah Rahmawati Herdian, S.H., M.Kn (Anggota Komisi IX DPR RI), Hermina, M.H (Penata KKB Ahli Madya Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung), Henny Maryuniwati, S.STP, MM (Plt. Kepala Dinas DPPKB Kota Bandar Lampung).

Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmawati Herdian, S.H., M.Kn menegaskan bahwa kehadiran Kemendukbangga/ BKKBN sebagai mitra kerja DPR RI diharapkan mampu mengimplementasikan dan menyukseskan program Bangga Kencana guna menciptakan generasi berkualitas untuk menuju Indonesia Emas 2045.

“Semoga dengan adanya sosialisasi ini bisa menerapkan informasi dan wawasan yang baru terkait BKKBN. Kegiatan hari ini diharapkan bisa membawa manfaat,” ujar Rahmawati.

Penata KKB Ahli Madya Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Hermina, M.H dalam paparannya mengatakan, sejak pemerintahan Prabowo Subianto, BKKBN mengalami transformasi menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga).

Ia menjelaskan, BKKBN di provinsi yang berada di bawah Kemendukbangga mempunyai program prioritas/quick wins yaitu:
1. GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) Program ini mengajak masyarakat secara Pentahelix, yakni individu, komunitas, pemda, pemerintah pusat, BUMN, BUMD untuk menjadi orang tua asuh. Sasarannya ada 2, yaitu orang tua asuh dan anak asuh. Anak asuh adalah keluarga-keluarga yang berisiko stunting. Siapa saja keluarga risiko stunting Ibu hamil, Baduta/Balita dan fokus kepada 1000 HPK. 1000 HPK dimulai sejak dslam kandungan hingga usia 2 tahun. Bantuan non nutrisi itu termasuk, rumah layak huni, akses air bersih, dan jamban sehat. Nutrisi termasuk telur dan protein hewani. Bantuan sumber daya ekonomi keluarga (bibit, pelet). GENTING ini sifatnya sukarela, jadi tidak ada paksaan untuk menjadi orang tua asuh..

“GENTING di kota Bandar Lampung agak sulit karna keterbatasan anggaran. Tetapi dari Ibu Walikota memiliki program bantuan telur untuk 20 kecamatan terdiri dari 1.078 keluarga selama 3 bulan. GENTING tidak menggunakan dana APBN maupun APBD, tetapi berasal dari masyarakat pribadi,” ujarnya.

 

2. TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) adalah tempat penitipan anak yang tersertifikasi oleh BKKBN
3. GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), mendorong agar bapak-bapak ikut berperan aktif dalam proses pengasuhan anak, salah satunya mengantar anak di hari petama sekolah dan ayah mengambil raport.
4. SIDAYA (Lansia Berdaya) bapak ibu berusia di atas 60 tahun dapat mengikuti sekolah lansia agar dapat menjadi lansia yang sehat, mandiri, dan tangguh.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas DPPKB Kota Bandar Lampung, Henny Maryuniwati, S.STP, MM menjelaskan bahwa mengikuti program keluarga Berencana (KB) bukan dimaksudkan untuk membatasi, tetapi lebih memprioritaskan menjaga kesehatan. Menurutnya, dengan mengikuti program ini, semuanya harus direncanakan.

Lebih lanjut ia menerangkan, BKKBN mengklasifikasikan keluarga menjadi 8 fungsi yaitu Fungsi Agama yang menjadi fondasi kehidupan, Fungsi Sosial Budaya, Fungsi Cinta Kasih, Fungsi Perlindungan, Fungsi Reproduksi, Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan, Fungsi Ekonomi dan Fungsi Pembinaan Lingkungan.

BKKBN dalam menjalankan programnya sesuai dengan siklus hidup, mulai dari kehamilan, kelahiran, hingga usia lanjut. Ia menekankan sebelum memasuki masa kehamilan, orang tua wajib memperhatikan usia pernikahan anak.

“Menurut UU Perlindungan Anak, yang dikatakan anak adalah mulai dari 0 bulan hingga usia 18 tahun. Jadi kalau ada anak di bawah 18 tahun yang sudah menikah, disebutnya pernikahan usia anak. BKKBN juga punya Genre untuk remaja. Bapak Ibu mohon dipastikan, jika anaknya akan menikah, bahwa usia ideal menikah bagi perempuan adalah 21 tahun dan pria adalah 25 tahun,” tuturnya. (***)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *