Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyebutkan bahwa kendaraan listrik dilirik karena memiliki keunggulan dalam mengurangi polusi udara. Selain itu, armada ini juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar operasional.
“Secara prinsip kendaraan listrik itu memiliki beberapa keunggulan, termasuk di antaranya yang pertama pengurangan polusi, terus kemudian nanti juga bisa pengurangan penggunaan bahan bakar,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (17/5/2026).
Miko menjelaskan, percepatan transisi ke kendaraan listrik merupakan instruksi langsung dari kepala daerah untuk ditindaklanjuti. Namun, saat ini pihaknya masih mematangkan kajian teknis mengenai kesiapan armada serta fasilitas pendukung di lapangan.
Terkait operasional bus listrik tersebut, Dishub Jateng kini tengah menimbang dua opsi penerapan yang paling memungkinkan. Skema tersebut yaitu digunakan saat program peremajaan Trans Jateng atau diterapkan pertama kali pada pembukaan koridor baru.
“Masih dicermati kembali. Apakah kita nanti di peremajaan sudah bisa menggunakan bus listrik atau pada koridor baru,” jelasnya.
Sebagai langkah awal program tahun 2027, Dishub Jateng menyiapkan 14 armada untuk koridor baru rute Temanggung – Kota Magelang – Kabupaten Magelang. Jumlah yang sama, yakni 14 armada, juga disiapkan untuk peremajaan koridor Bawen – Kota Semarang.
Selain itu, Pemprov Jateng juga menjadwalkan pembukaan jalur baru lainnya untuk target operasional pada tahun 2028 mendatang. Rute terjadwal tersebut meliputi jalur Jekuti (Jepara – Kudus – Pati) dan Petanglong (Pemalang – Batang – Pekalongan).
“Koridor itu di 2027, Temanggung, iya, Temanggung, Magelang, Kabupaten Magelang,” ucapnya.
Miko mengatakan tantangan terbesar saat ini adalah pemenuhan infrastruktur pendukung seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Pihaknya mengaku masih harus menghitung kebutuhan tersebut sekaligus menentukan skema pengadaannya dengan pihak ketiga.
“Kita belum tahu infrastruktur, karena itu kita harus diskusikan dengan penyedia. Apakah kita harus memiliki ataukah kita harus sewa, harus kita siapkan dulu,” terangnya.
Saat ini Dishub Jateng sedang menjajaki kerja sama dengan beberapa vendor, salah satunya PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. Komisaris Utama PT VKTR, Anindya N. Bakrie, menilai Jawa Tengah dipilih karena memiliki kesiapan industri karoseri (supply chain) yang strategis. (DBS)