Peremajaan BRT Trans Semarang Dipercepat, Dishub Siapkan Bus Listrik dan Perketat Pengawasan Armada

METROHEADLINE.NET, Semarang — Pemerintah Kota Semarang melalui Badan Umum (BLU) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Trans Semarang terus mempercepat program peremajaan armada Bus Rapid Transit (BRT) guna meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik di ibu kota Jawa Tengah.

Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, S.STP., M.Si., mengatakan bahwa peremajaan armada pada tahun 2026 diprioritaskan untuk Koridor 1, termasuk pengembangan armada bus listrik sebagai bagian dari modernisasi transportasi ramah lingkungan.

“Untuk tahun ini fokus peremajaan berada di Koridor 1. Program ini dilakukan bertahap dan nantinya akan dilanjutkan ke koridor lainnya karena memang ada sejumlah armada yang sudah waktunya diremajakan,” ujar Haris Setyo Yunanto di Semarang.

Menurutnya, Trans Semarang saat ini memiliki lebih dari 130 armada yang masuk dalam program peremajaan bertahap. Hingga pertengahan tahun, proses peremajaan terus berjalan sesuai tahapan yang telah disiapkan.

“Kurang lebih ada 130 kendaraan yang akan diremajakan secara bertahap. Harapannya Koridor 1 dapat selesai sesuai target operasional yang telah ditetapkan,” katanya.

Selain peremajaan armada, pihak Trans Semarang juga memperketat pengawasan terhadap keselamatan operasional bus, terutama terkait pelanggaran batas kecepatan oleh pengemudi.

Haris menjelaskan, sistem monitoring digital kini digunakan untuk memantau pergerakan armada secara real time. Operator akan dikenakan sanksi apabila pengemudi melakukan pelanggaran kecepatan atau berkendara secara ugal-ugalan.

“Kami melakukan evaluasi ketat terhadap operasional armada. Jika ditemukan kendaraan melebihi batas kecepatan yang ditentukan, operator langsung diberikan sanksi. Sistem monitoring memungkinkan kami memantau armada secara detail,” jelasnya.

Ia menyebutkan, langkah tersebut terbukti mampu menurunkan angka pelanggaran secara signifikan dibandingkan sebelumnya.

Tak hanya itu, Trans Semarang juga memberikan perhatian khusus terhadap standar kelayakan kendaraan, termasuk penggunaan ban armada yang harus memenuhi standar keselamatan.

“Kami terus mengingatkan operator agar memperhatikan kondisi kendaraan, termasuk penggunaan ban yang layak dan aman. Faktor keselamatan penumpang menjadi prioritas utama,” tegas Haris.

Untuk meningkatkan profesionalisme pelayanan, BLU UPTD Trans Semarang juga mendorong peningkatan kompetensi petugas dan awak armada melalui pelatihan serta sertifikasi keselamatan transportasi.

Melalui program peremajaan armada, pemeliharaan operasional, dan peningkatan standar keselamatan, Trans Semarang diharapkan semakin menjadi moda transportasi umum yang aman, nyaman, dan modern bagi masyarakat Kota Semarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *