,

Lianawati Lie, Maestro Layang-Layang Indonesia yang Harumkan Budaya Nusantara di Panggung Dunia

METROHEADLINE.NET, JAKARTA, 12 Mei 2026 — Nama Lianawati Lie kembali menjadi sorotan sebagai salah satu tokoh kreatif Indonesia yang sukses mengangkat seni tradisional layang-layang ke..

METROHEADLINE.NET, JAKARTA, 12 Mei 2026 — Nama Lianawati Lie kembali menjadi sorotan sebagai salah satu tokoh kreatif Indonesia yang sukses mengangkat seni tradisional layang-layang ke level internasional. Perempuan asal Surakarta tersebut dikenal luas sebagai perajin sekaligus seniman layang-layang yang telah menorehkan puluhan prestasi di berbagai festival dunia.

Berawal dari hobi masa kecil karena tumbuh di lingkungan keluarga dengan enam kakak laki-laki, Lianawati kini menjadikan layang-layang bukan hanya sebagai permainan tradisional, tetapi juga sebagai media seni, diplomasi budaya, hingga peluang ekonomi kreatif yang mendunia.

Selama lebih dari dua dekade, karya-karya Lianawati telah tampil dalam berbagai festival internasional di sejumlah negara seperti China, Australia, Brunei Darussalam, India, Vietnam, Jerman, Prancis, hingga negara-negara ASEAN lainnya. Keunikan desain, warna, serta sentuhan budaya Nusantara menjadi daya tarik utama karya-karyanya di mata dunia.

Salah satu ciri khas karya Lianawati Lie adalah pengangkatan tema budaya Indonesia, khususnya tokoh pewayangan seperti Hanoman, Subali, hingga ornamen tradisional bercorak etnik Nusantara. Melalui layang-layang raksasa tiga dimensi, ia memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional dengan pendekatan kreatif dan artistik.

Tidak hanya itu, karya fenomenal berbentuk ulat bulu sepanjang delapan meter pernah membawanya meraih penghargaan di Vietnam pada tahun 2009. Layang-layang tersebut dibuat dengan teknik khusus menggunakan banyak titik tali keseimbangan agar dapat terbang stabil di udara.

Dalam proses produksinya, Lianawati bersama timnya melakukan desain digital, pemotongan kain, pewarnaan, hingga proses jahit secara detail sebelum akhirnya diuji coba di beberapa lokasi seperti Lanud Sulaiman Bandung dan Pantai Pangandaran, Jawa Barat.

Di tengah pandemi beberapa tahun lalu, semangat berkarya Lianawati tidak pernah surut. Ia tetap aktif mengikuti festival layang-layang internasional secara virtual, termasuk festival di Weifang, Provinsi Shandong, China. Dalam penampilannya, ia memperagakan layang-layang bergambar barong khas Indonesia sebagai simbol budaya dan kreativitas bangsa.

Keberhasilan Lianawati Lie juga mendapat apresiasi dari kalangan dunia usaha. Seni layang-layang dinilai memiliki potensi besar sebagai produk ekonomi kreatif dan komoditas ekspor budaya Indonesia.

Selain tampil di festival internasional, Lianawati juga aktif membagikan edukasi kepada generasi muda tentang seni membuat dan menerbangkan layang-layang. Baginya, layang-layang bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari warisan budaya yang harus terus dijaga dan diperkenalkan kepada dunia.

Kini, Bali menjadi salah satu pusat aktivitas kreatifnya, seiring daerah tersebut dikenal sebagai lokasi berbagai festival layang-layang tradisional bertaraf internasional yang rutin menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dedikasi panjang Lianawati Lie membuktikan bahwa seni tradisional Indonesia mampu bersaing di panggung global apabila dikemas dengan kreativitas, inovasi, dan semangat melestarikan budaya bangsa.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *