Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur, Bung Karno, dan Soeharto

Spread the love

 

Foto: Kapolri saat memberikan keterangan kepada awak media, di kompleks pemakaman Presiden ke-4 KH. Abdurahman Wahid (Instagram @divisihumaspolri)

METROHEADLINE.NET, Jakarta – Menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan rangkaian ziarah kebangsaan ke makam para Presiden Republik Indonesia.

Seperti dikutip dari Jakarta, Sabtu (20/6/2025), kegiatan tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap jasa para pemimpin bangsa sekaligus refleksi atas nilai-nilai perjuangan yang diwariskan kepada generasi penerus.

Rangkaian ziarah dimulai dari kompleks pemakaman Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid, di lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026).

Kapolri bersama rombongan tiba sekitar pukul 10.40 WIB dan disambut lantunan selawat hadrah yang mengiringi langkah rombongan menuju area makam. Kehadiran Kapolri diterima langsung oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Machfudz atau Gus Kikin.

Di hadapan pusara Gus Dur, Kapolri bersama para ulama, tokoh pesantren, dan pejabat yang hadir memanjatkan doa bersama. Suasana khusyuk menyelimuti prosesi tersebut sebelum dilanjutkan dengan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu tokoh besar bangsa yang dikenal sebagai pejuang demokrasi dan pluralisme.

Kompleks makam Tebuireng juga menjadi tempat peristirahatan terakhir pendiri Nahdlatul Ulama, Hasyim Asy’ari, serta Wahid Hasyim, yang turut memiliki peran besar dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Turut mendampingi Kapolri dalam ziarah tersebut antara lain Menteri Haji dan Umrah RI sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan KH M Hasyim Asy’ari, Dr KH Mochamad Irfan Yusuf, jajaran pengurus pesantren, serta keluarga besar Tebuireng.

Usai menuntaskan ziarah di Jombang, Kapolri melanjutkan perjalanan menuju Kota Blitar untuk berziarah ke makam Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Sekitar pukul 12.30 WIB, Jenderal Sigit tiba di Kompleks Makam Bung Karno yang berlokasi di Jalan Ir Soekarno Nomor 152, Kota Blitar. Dengan langkah penuh penghormatan, Kapolri memasuki area makam dan mengikuti prosesi doa bersama sebelum memimpin tabur bunga di pusara Sang Proklamator.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menegaskan bahwa kegiatan ziarah merupakan tradisi yang selalu dilakukan menjelang Hari Bhayangkara sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh bangsa yang telah meletakkan fondasi negara.

“Rangkaian kegiatan ziarah yang kami laksanakan merupakan bagian dari tradisi menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Setelah berziarah ke makam Presiden Gus Dur dan Presiden Sukarno, kami melanjutkan ke makam Presiden Soeharto dan akan ditutup di Taman Makam Pahlawan Kalibata,” ujar Jenderal Sigit.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Kompleks Makam Astana Giribangun di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, yang menjadi tempat peristirahatan Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Kapolri tiba di kawasan yang berada di lereng Gunung Lawu tersebut sekitar pukul 16.30 WIB. Setibanya di lokasi, ia disambut oleh pengelola kompleks makam beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Karanganyar.

Sebelum memasuki area utama makam, Kapolri terlebih dahulu menjalani prosesi transit di Wisma Lerem, sebuah tradisi yang menjadi bagian dari tata cara penghormatan bagi pejabat negara yang berziarah ke Astana Giribangun.

Setelah prosesi tersebut, Kapolri bersama pejabat utama Mabes Polri berjalan menuju ruang utama makam. Di tempat itu, ia meletakkan karangan bunga, memberikan penghormatan, mengalungkan bunga ronce di pusara Presiden Soeharto, serta menaburkan bunga melati di makam keluarga yang berada dalam kompleks tersebut.

Kapolri menilai, rangkaian ziarah ke makam para mantan presiden memiliki makna mendalam sebagai upaya merawat memori kolektif bangsa sekaligus mengambil teladan dari kepemimpinan para pendahulu.

Menurutnya, setiap pemimpin bangsa telah memberikan kontribusi besar sesuai zamannya masing-masing, yang menjadi bagian penting dalam perjalanan Indonesia menuju negara yang kuat dan berdaulat.

Dalam kesempatan itu, Jenderal Sigit juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendoakan Indonesia agar tetap berada di jalur kemajuan sesuai cita-cita para pendiri bangsa.

“Mohon doa bagi kita semua, bangsa ini, masyarakat, dan negara agar ke depan semuanya bisa kita jaga dan menjadi negara yang baik, besar, sesuai dengan apa yang menjadi cita-cita para pendiri bangsa,” tuturnya.

Menutup rangkaian kegiatan, Kapolri menegaskan bahwa Polri memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan nasional.

Menurutnya, situasi keamanan yang kondusif menjadi syarat penting agar program pembangunan dapat berjalan optimal dan visi besar menuju Indonesia Emas 2045 dapat terwujud sesuai harapan seluruh rakyat Indonesia.

Ziarah kebangsaan yang dilakukan Kapolri tersebut tidak hanya menjadi bagian dari tradisi Hari Bhayangkara, tetapi juga menjadi pengingat bahwa semangat pengabdian, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air yang diwariskan para pemimpin bangsa harus terus dijaga dan dilanjutkan oleh seluruh elemen masyarakat.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *