Penurunan Stunting Melalui Pendekatan Lintas Sektor

Spread the love

Jakarta, Metroheadline.net – Komisi IX DPR RI yang membidangi sektor kesehatan, ketenagakerjaan, dan jaminan sosial bekerjasama dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta mengadakan kegiatan Fasilitasi teknis program Bangga Kencana, Sabtu (29/8/2026), di Gedung Vokasi KEMNAKER, Kelurahan Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan, Kota ADM. Jakarta Selatan.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, M. Yahya Zaini, SH menegaskan percepatan penurunan stunting harus dilakukan melalui pendekatan lintas sektor. Menurutnya, upaya tersebut tidak cukup hanya mengandalkan intervensi gizi spesifik, tetapi juga harus didukung perbaikan sanitasi, penyediaan air minum layak, peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Ia juga memberikan apresiasi dan dukungan terhadap program-program yang telah dicanangkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), khususnya dalam melakukan kreativitas dan inovasi dalam pencegahan stunting.

“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung program-program yang sudah dicanangkan oleh Kemendukbangga, salah satunya terkait dengan pencegahan stunting. Saya ingin mengingatkan pentingnya intervensi pada masa 1000 hari pertama kehidupan, karena pada masa tersebut sangat penting dan menentukan keberhasilan pencegahan stunting,” imbuhnya

Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat, Wahyuniati, S.IP, MPH menjelaskan bahwa untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045, Kemendukbangga/BKKBN terus memperkuat sinergi pelaksanaan Program Prioritas Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

“Untuk menjalankan program prioritas ini, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tetapi membutuhkan peran serta mitra-mitra terkait yang nantinya bisa kita petakan sesuai bidang dan sasaran masing-masing, dibantu juga dengan data keluarga yang valid dan terverifikasi yang kami miliki,” tuturnya..

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari keluarga, sehingga Pemerintah membutuhkan kolaborasi dengan mitra kerja untuk bersama mendorong terwujudnya keluarga yang berkualitas. Melalui keluarga yang berkualitas maka akan terbentuk pula generasi berkualitas yang akan menjadi modal besar untuk menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya. (DBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *