Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya Gelar Perayaan HUT ke-41 SIMA dan HUT ke-81 RI

Spread the love

METROHEADLINE.NET, Jakarta – Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 SIMA sekaligus memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu, 30 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan umat Buddha, menumbuhkan semangat gotong royong, sekaligus merefleksikan nilai-nilai kemerdekaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Puja Bakti pada pukul 09.09–10.30 WIB. Acara kemudian dilanjutkan dengan Dhammadessana yang disampaikan oleh YM. Sri Subalaratano Mahathera, Wakil Kepala Sangha/Upa Sanghapamokkha Sangha Theravada Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Suliarna, S.Ag., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan HUT ke-41 SIMA yang bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Suliarna menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial semata. Momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan, semangat gotong royong, serta upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai agama dan budaya Indonesia.

“Syukur kita atas perayaan ini. Dari 81 tahun kemerdekaan Negara Indonesia, tentunya ada semangat kebersamaan dan gotong royong yang harus terus kita jaga dan lestarikan,” ujar Suliarna.

Menurutnya, momentum peringatan kemerdekaan juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali apa yang telah dilakukan dan apa yang masih harus dikerjakan bersama untuk memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.

“Momentum ini tidak hanya menjadi persoalan seremonial, tetapi juga bagaimana kita melihat apa yang kita lakukan untuk melestarikan, tidak hanya nilai-nilai agama tetapi juga budaya, terutama kepada adik-adik kita agar lebih mengenal dan melestarikan budaya yang ada di Nusantara,” katanya.

Ia mencontohkan seni wayang sebagai salah satu kekayaan budaya Nusantara yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda. Wayang, menurutnya, tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga mengandung unsur cerita, pendidikan, dan budaya yang dapat menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan bangsa.

“Salah satu contoh adalah seni wayang seperti seni drama. Saya juga mempunyai pengalaman sebagai pelaku utama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Suliarna mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati masyarakat Indonesia saat ini tidak terlepas dari perjuangan dan jasa para pahlawan. Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif dan memberikan kontribusi bagi bangsa.

“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini karena perjuangan dan jasa para pahlawan kita. Untuk itu, kita dituntut untuk mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang bermanfaat,” tuturnya.

Sebagai umat Buddha, lanjut Suliarna, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk pengabdian dan kontribusi kepada bangsa dan negara.

Ia menekankan bahwa makna kemerdekaan memiliki cakupan yang lebih luas. Kemerdekaan bukan hanya berarti terbebas dari penjajahan, tetapi juga terbebas dari berbagai sikap negatif yang dapat menghambat persatuan dan keharmonisan masyarakat.

“Kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga terbebas dari rasa benci, kesombongan, egoisme, dan berbagai hal yang dapat memecah kebersamaan,” tegasnya.

Dalam rangkaian perayaan HUT ke-41 SIMA, Bhikkhu Sangha membacakan Paritta yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun sebagai ungkapan rasa syukur.

Prosesi penyerahan tumpeng melibatkan Ketua Dayaka Sabha Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, Bapak Unico Husien, bersama jajaran pengurus. Tumpeng kemudian diserahkan kepada YM. Bhante Sukhemo Mahathera, sementara potongan tumpeng diberikan kepada YM. Sri Subalaratano Mahathera.

Selanjutnya, jajaran Dayaka Sabha menyerahkan kue ulang tahun kepada para Bhikkhu Sangha dan perwakilan yang hadir. Prosesi tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan.

Perayaan juga diisi dengan sesi foto bersama serta kegiatan ulang tahun bagi umat yang berulang tahun pada bulan Agustus. Umat yang mengenakan korsase berwarna merah diarahkan untuk mengikuti sesi perayaan ulang tahun bersama.

Panitia turut membagikan souvenir kepada umat yang hadir sebagai bagian dari rangkaian kegiatan dan bentuk apresiasi atas kebersamaan umat dalam mengikuti perayaan.

Selain itu, perayaan HUT ke-41 SIMA dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga dirangkaikan dengan launching buku berjudul “Berjalan Dalam Dhamma: 40 Tahun Perjalanan Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya”.

Buku tersebut menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya selama empat dekade dalam menjalankan aktivitas pembinaan, pelayanan, dan kegiatan keagamaan bagi umat Buddha.

Kegiatan juga dimeriahkan dengan peluncuran lagu-lagu Buddhis yang diproduksi oleh Dāyaka Sabhā Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya.

Perayaan HUT ke-41 SIMA sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan umat Buddha.

Melalui peringatan tersebut, nilai-nilai gotong royong, toleransi, pelestarian budaya, pengamalan ajaran agama, serta kontribusi kepada bangsa dan negara diharapkan terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi muda.

Suliarna berharap momentum perayaan kemerdekaan dan HUT SIMA dapat menjadi pengingat bagi seluruh umat untuk terus menebarkan kebaikan, menjaga persatuan, serta mengimplementasikan nilai-nilai Dhamma dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga dari momentum ini dan kemerdekaan Republik Indonesia, kita semakin mampu memperkuat kebersamaan, menjaga persaudaraan, serta memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *