Letjen TNI (Purn) Cornel Simbolon Kenang Sosok Ryamizard Ryacudu: Tegas, Nasionalis, dan Berpegang Teguh pada Pendirian

Foto: Letjen TNI (Purn) Cornel Simbolon bersama istri 

METROHEADLINE.NET, Jakarta – Kepergian mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Tentara Nasional Indonesia (TNI), para sahabat, serta masyarakat Indonesia.

Tokoh militer yang dikenal memiliki karakter kuat dan jiwa nasionalisme tinggi itu mengembuskan napas terakhir pada Minggu (31/5/2026) di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Almarhum wafat pada usia 76 tahun. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di kawasan Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Salah satu tokoh yang turut menyampaikan belasungkawa dan mengenang sosok almarhum adalah Letjen TNI (Purn) Cornel Simbolon. Dalam keterangannya kepada awak media, Cornel menggambarkan Ryamizard sebagai pribadi yang memiliki pendirian kuat serta ketegasan yang menjadi ciri khasnya selama mengabdi kepada bangsa dan negara.

“Dia orang yang hebat. Dia orang yang teguh pada pendirian. Orang yang tegas. Warnanya jelas. Nasionalismenya jelas. Untuk negaranya jelas. Mengorbankan segala-galanya,” ujar Cornel Simbolon, di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).

Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana sosok Ryamizard dikenal oleh rekan-rekan seperjuangannya. Selama berkarier di dunia militer, Ryamizard memang dikenal sebagai figur yang tidak ragu menyampaikan pandangan dan sikapnya terhadap berbagai persoalan bangsa, terutama yang berkaitan dengan pertahanan dan kedaulatan negara.

Karier militer Ryamizard Ryacudu terbilang panjang dan penuh pengabdian. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) pada periode 2002–2005 sebelum kemudian dipercaya Presiden Joko Widodo untuk mengemban amanah sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia pada periode 2014–2019.

Dalam berbagai posisi strategis tersebut, Ryamizard dikenal sebagai perwira yang menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Bagi banyak kalangan, Ryamizard bukan hanya seorang prajurit, tetapi juga simbol keteguhan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Gaya kepemimpinannya yang lugas dan tegas membuat dirinya dihormati oleh banyak anggota TNI lintas generasi. Ia juga dikenal memiliki perhatian besar terhadap pembinaan karakter kebangsaan serta penguatan semangat bela negara.

Saat ditanya mengenai pesan terakhir yang ditinggalkan almarhum kepada keluarga, Cornel Simbolon mengaku belum memperoleh informasi lebih lanjut. Ia mengatakan masih menunggu keterangan dari pihak keluarga terkait hal tersebut.

“Saya belum tahu apa pesan dari sana. Saya masih menunggu,” katanya singkat.

Kabar wafatnya Ryamizard Ryacudu segera menyebar luas dan memunculkan gelombang belasungkawa dari berbagai kalangan. Sejumlah tokoh nasional, pejabat pemerintahan, purnawirawan TNI, hingga masyarakat umum menyampaikan doa serta penghormatan atas jasa-jasa almarhum selama mengabdi kepada negara.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, sebelumnya mengonfirmasi bahwa Ryamizard meninggal dunia pada pukul 14.03 WIB di RSPAD Gatot Soebroto setelah menjalani perawatan intensif. Pihak keluarga kemudian memutuskan untuk menyemayamkan jenazah almarhum di rumah duka yang berada di Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Kabupaten Bogor.

Kepergian Ryamizard Ryacudu menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, khususnya dunia pertahanan dan militer. Sosoknya akan dikenang sebagai prajurit yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di mata para sahabat dan rekan seperjuangan, Ryamizard adalah pribadi yang konsisten memegang prinsip, berani mengambil sikap, serta tidak pernah ragu menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya. Seperti yang disampaikan Cornel Simbolon, nasionalisme almarhum merupakan identitas yang melekat kuat sepanjang perjalanan hidupnya.

Selamat jalan, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu. Dedikasi, pengabdian, dan semangat juangmu akan selalu menjadi bagian dari sejarah bangsa Indonesia.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *