METROHEADLINE.NET, Bekasi – Peristiwa kecelakaan yang menimpa seorang siswa bernama Kalandra di depan SD IT Salsabila masih menyisakan trauma mendalam, baik bagi korban maupun keluarganya. Hingga kini, korban dikabarkan masih mengalami dampak fisik dan psikologis akibat insiden tersebut.
Orang tua korban mengaku sangat terpukul dengan musibah yang dialami anaknya. Mereka mempertanyakan sistem pengamanan dan pengawasan di lingkungan sekolah, pada saat jam masuk atau pun jam pulang ketika para siswa menyeberang jalan.
“Kenapa anak saya yang menjadi korban kecelakaan? Seharusnya pihak sekolah memberikan jaminan keamanan kepada seluruh siswa. Dari kejadian ini, anak saya sampai tertabrak dan terpental,” ungkap orang tua korban dengan nada sedih, Kamis (9/7/2026).
Menurut keluarga, berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang mereka ketahui, pada saat kejadian tidak terlihat adanya petugas keamanan sekolah yang mendampingi siswa ketika menyeberang jalan. Kondisi tersebut dinilai menjadi perhatian serius, mengingat SD IT Salsabila merupakan sekolah swasta yang dikenal luas oleh masyarakat.

“Ini sekolah swasta yang cukup terkenal. Kami mempertanyakan mengapa pengamanan saat siswa menyeberang bisa sampai kecolongan hingga memakan korban,” tambahnya.
Sementara itu, pihak kepolisian dikabarkan masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap penyebab pasti kecelakaan tersebut. Proses pemeriksaan sejumlah saksi dan pengumpulan alat bukti masih terus berlangsung guna mengungkap kronologi secara menyeluruh.
Di sisi lain, kondisi korban hingga saat ini masih memprihatinkan. Selain mengalami trauma, Kalandra juga disebut kehilangan gigi dan bekas jahitan bibir yang sobek akibat benturan keras saat kecelakaan. Hal itu membuat korban merasa minder dan malu untuk tampil di hadapan teman-temannya.
Keluarga korban juga mengaku hingga saat ini belum merasakan adanya bentuk tanggung jawab yang memadai dari pihak-pihak yang dinilai terkait dengan peristiwa tersebut, baik dari pihak sekolah maupun pengendara yang terlibat dalam kecelakaan. Mereka berharap ada itikad baik serta penyelesaian yang memberikan keadilan bagi korban.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat dan diharapkan dapat menjadi evaluasi bagi seluruh lembaga pendidikan agar memperkuat sistem keselamatan siswa, khususnya saat aktivitas keluar-masuk sekolah, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.***