Daerah

Imigrasi DIY Sambut Peserta Mudik Bareng 1447 H, Pastikan Layanan Prima bagi Pemudik

×

Imigrasi DIY Sambut Peserta Mudik Bareng 1447 H, Pastikan Layanan Prima bagi Pemudik

Share this article
Program Mudik Bareng 1447 Hijriah/2026 Masehi yang diselenggarakan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) / laman Instagram @imigrasidiy

METROHEADLINE.NET, Yogyakarta — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta melaksanakan penyambutan kedatangan peserta program Mudik Bareng 1447 Hijriah/2026 Masehi yang diselenggarakan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).

Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Imigrasi Yogyakarta pada Jumat dini hari, 13 Maret 2026, mulai pukul 24.00 WIB, dalam suasana tertib dan penuh kehangatan.

Penyambutan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam momentum arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Program Mudik Bareng sendiri merupakan salah satu inisiatif yang bertujuan membantu masyarakat, terutama para perantau, agar dapat pulang ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan terjangkau.

Dikutip dari akun resmi Instagram @imigrasidiy, Kepala Bidang Dokumen Perjalanan dan Izin Tinggal Keimigrasian, Sugeng Hariyadi, bersama Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Tedy Riyandi, hadir langsung di lokasi untuk menyambut kedatangan para pemudik. Kehadiran jajaran pimpinan ini mencerminkan keseriusan institusi dalam memastikan setiap proses berjalan sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan.

Rombongan peserta Mudik Bareng tiba menggunakan empat unit bus dengan tujuan akhir wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Setibanya di lokasi, para peserta disambut dengan pengaturan yang rapi dan pengawasan ketat dari petugas, guna memastikan keamanan serta kelancaran arus kedatangan.

Dalam keterangannya, Sugeng Hariyadi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan bagian dari fungsi pelayanan publik yang melekat pada institusi imigrasi.

“Kami ingin memastikan bahwa para pemudik yang mengikuti program ini dapat merasakan kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan nyaman selama perjalanan hingga tiba di tujuan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Tedy Riyandi juga menekankan pentingnya sinergi antar jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pimpinan dan petugas di lapangan menjadi kunci utama dalam menciptakan pelayanan yang efektif dan humanis.

Program Mudik Bareng yang diinisiasi Kemenimipas ini merupakan implementasi nyata dari upaya pemerintah dalam memperkuat pelayanan publik berbasis kebutuhan masyarakat. Selain memberikan fasilitas transportasi, program ini juga mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, serta koordinasi lintas instansi guna memastikan perjalanan berlangsung lancar.

Kegiatan penyambutan di Yogyakarta ini berjalan dengan tertib dan kondusif. Setelah rangkaian acara selesai, para peserta mudik melanjutkan perjalanan secara mandiri menuju kediaman masing-masing di berbagai wilayah DIY.

Momentum ini sekaligus menunjukkan bahwa peran imigrasi tidak hanya terbatas pada fungsi pengawasan lalu lintas orang antarnegara, tetapi juga turut hadir dalam pelayanan sosial kemasyarakatan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah, khususnya di bidang keimigrasian, semakin meningkat.

Program Mudik Bareng 1447 H/2026 M pun menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat, terutama dalam momen penting seperti perayaan Idul Fitri—di mana kebersamaan dan silaturahmi menjadi nilai utama yang dijunjung tinggi.***