METROHEADLINE.NET, Semarang – Arus balik Lebaran 2026 di Terminal Tipe A Mangkang, Kota Semarang, diperkirakan mengalami sedikit penurunan, khususnya pada program mudik gratis. Hal ini disampaikan oleh Kepala Terminal Tipe A Mangkang, Reno Adi Pribadi, saat ditemui pada Sabtu (28/3/2026).
Reno menjelaskan bahwa berdasarkan indikator mudik gratis, jumlah penumpang yang kembali ke Jakarta mengalami penurunan sekitar 10 persen dibandingkan saat arus mudik.
“Kalau dilihat dari mudik gratis, yang kembali itu memang lebih sedikit. Ada penurunan sekitar 10 persen,” ujarnya.
Namun demikian, pihak terminal belum dapat memastikan data keseluruhan arus balik, terutama jumlah bus yang beroperasi. Hal ini disebabkan masih banyaknya aktivitas naik turun penumpang di luar terminal resmi.
“Masih banyak penumpang yang naik turun di pinggir jalan, seperti di wilayah Krapyak, Siliwangi, Terboyo, hingga Banyumanik. Itu membuat data tidak tercatat dengan baik karena tidak masuk terminal,” jelasnya.
Pihaknya pun terus mengimbau masyarakat agar menggunakan fasilitas terminal resmi demi keamanan dan kenyamanan perjalanan.
“Kami selalu mengingatkan agar naik dan turun bus di terminal. Selain lebih aman dan nyaman, juga terpantau petugas,” tambahnya.

Pemeriksaan Ketat Bus dan Sopir
Dalam rangka angkutan Lebaran, pengawasan terhadap kelayakan bus dan kondisi sopir juga diperketat. Pemeriksaan tidak hanya mencakup kelengkapan administrasi kendaraan, tetapi juga aspek teknis hingga uji emisi.
“Kalau tidak lulus uji emisi, bus tidak boleh berangkat. Harus diganti dengan armada lain dari PO yang sama,” tegas Reno.
Selain itu, dilakukan pula ramp check secara berkala. Sejauh ini, tidak ditemukan bus yang benar-benar tidak layak jalan, hanya beberapa temuan minor seperti sabuk pengaman yang kurang optimal atau alat pemadam api ringan (APAR) yang perlu diganti.
“Kalau ada kekurangan kecil langsung kita minta perbaiki di tempat. Kita awasi sampai selesai,” katanya.
Di sisi lain, kesehatan sopir juga menjadi perhatian utama. Pemeriksaan kesehatan dilakukan sejak H-7 hingga H+7 Lebaran, bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Pemeriksaan meliputi tensi, gula darah, kolesterol, hingga tes narkoba. Semua gratis untuk sopir,” jelasnya.

Pengawasan Tarif dan Keamanan Penumpang
Terminal juga memastikan tarif bus, khususnya kelas ekonomi, tetap sesuai aturan. Petugas bahkan melakukan pengecekan langsung kepada penumpang.
“Kita tanya langsung, tujuan ke mana dan bayar berapa. Untuk ekonomi itu ketat, harus sesuai tarif,” ujarnya.
Pengamanan di terminal melibatkan sekitar 40 personel yang berjaga selama 24 jam, dibantu unsur TNI dan Polri.
Imbauan: Tak Harus ke Jakarta
Dalam kesempatan tersebut, Reno juga memberikan pesan kepada masyarakat, khususnya yang hendak kembali ke kota besar dengan membawa anggota keluarga baru untuk mencari pekerjaan.
Ia menilai peluang usaha di daerah, termasuk di Semarang, masih terbuka lebar.
“Tidak harus ke Jakarta untuk mencari rezeki. Di daerah juga banyak peluang usaha yang bisa dikembangkan,” ungkapnya.
Gunakan Transportasi Darat Secara Bijak
Sebagai penutup, pihak terminal mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan transportasi darat, terutama saat arus balik Lebaran.
“Pilih bus yang sudah lolos ramp check dan memiliki stiker resmi. Itu bisa dicek juga melalui aplikasi Mitra Darat,” katanya.
Ia kembali menegaskan pentingnya naik dan turun penumpang di terminal resmi demi keselamatan.
“Kalau terjadi sesuatu, ada petugas yang bisa membantu. Kalau di pinggir jalan, sulit untuk pengawasan,” pungkasnya.***












