Menteri PKP Maruarar Sirait Temukan Rumah Tak Layak Huni di Rorotan, Warga Dapat Bantuan BSPS

Spread the love

METROHEADLINE.NET, JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung kondisi rumah warga yang membutuhkan perbaikan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (18/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Maruarar menemukan kondisi hunian warga yang memprihatinkan. Selain kondisi fisik bangunan yang tidak layak, sejumlah keluarga juga menghadapi keterbatasan ekonomi sehingga kesulitan memperbaiki rumah secara mandiri.

Maruarar menyampaikan bahwa bantuan perumahan harus diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Menurutnya, penilaian tidak cukup hanya dilakukan berdasarkan tampilan rumah dari luar, tetapi harus disertai pemeriksaan kondisi bangunan dan latar belakang ekonomi penghuninya.

Ia mencontohkan dua keluarga yang dikunjungi. Salah satunya memiliki penghasilan sekitar Rp1 juta dengan tiga anggota keluarga, sedangkan keluarga lainnya berpenghasilan sekitar Rp2,5 juta dengan tujuh anggota keluarga.

Kondisi tersebut, menurut Maruarar, memperlihatkan bahwa persoalan rumah tidak layak huni berkaitan erat dengan kemampuan ekonomi keluarga. Karena itu, pemerintah perlu memastikan bantuan menyentuh masyarakat yang memenuhi kriteria dan membutuhkan dukungan nyata.

“Negara harus hadir memberikan solusi nyata, baik rumahnya diperbaiki maupun ekonomi keluarganya,” demikian pesan Maruarar dalam kunjungannya kepada warga.

Ia juga menyoroti peran perempuan yang menjadi penopang utama ekonomi keluarga. Banyak ibu harus bekerja keras memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah keterbatasan tempat tinggal dan kondisi keluarga yang tidak selalu ideal.

Menurutnya, peningkatan kesejahteraan tidak cukup hanya dilakukan melalui perbaikan fisik rumah. Dukungan terhadap usaha keluarga, akses permodalan, dan kesempatan kerja juga perlu menjadi perhatian agar masyarakat memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik.

Dalam kesempatan itu, Maruarar menyebutkan bahwa pemerintah mengalokasikan program bantuan perbaikan rumah bagi masyarakat Jakarta dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyampaikan angka sekitar 10.300 unit untuk Jakarta pada tahun ini, setelah sebelumnya sekitar 200 unit pada tahun lalu.

Ia meminta agar pelaksanaan program dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. Maruarar juga mengajak media massa melakukan pengawasan dengan memeriksa langsung kondisi rumah serta mewawancarai pemiliknya.

Menurutnya, keterlibatan media penting untuk memastikan tidak ada penyimpangan, termasuk kemungkinan bantuan diberikan kepada pihak yang sebenarnya tidak memenuhi kriteria.

Nursobah Bersyukur Rumahnya Mendapat Bantuan

Salah satu warga yang rumahnya dikunjungi, Nursobah, mengaku bahagia karena mendapat perhatian dan bantuan pemerintah untuk memperbaiki tempat tinggalnya.

Ia berharap perbaikan tersebut membuat rumahnya menjadi lebih nyaman, aman, dan layak ditempati bersama anggota keluarganya.

“Saya sangat bahagia dan bersyukur mendapat bantuan ini. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Menteri PKP yang sudah datang meninjau rumah saya,” ujar Nursobah kepada awak media.

Nursobah menjelaskan bahwa selama ini dirinya tinggal bersama dua orang lainnya. Ia juga pernah menerima bantuan dari pengurus lingkungan setempat, tetapi perbaikan yang dilakukan belum tuntas karena keterbatasan dana.

Dengan adanya bantuan terbaru, ia berharap kondisi rumahnya dapat diperbaiki secara lebih menyeluruh sehingga keluarganya bisa tinggal dengan lebih nyaman.

Kunjungan Menteri PKP ke Rorotan menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan program BSPS menjangkau warga yang membutuhkan. Melalui perbaikan rumah yang tepat sasaran, pemerintah diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hunian sekaligus mendukung kesejahteraan keluarga berpenghasilan rendah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *