Kediri, Metroheadline.net – Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Ir. Heru Tjahjono, MM bersama mitra kerja Kemendukbangga/BKKBN mengadakan kegiatan sosialisasi program Bangga Kencana, Jumat (23/10/2026), Pare’s Resto, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.
Heru mengatakan, peran Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sangat strategis karena memiliki jaringan hingga tingkat desa melalui para penyuluh dan kader keluarga.
“BKKBN sudah memiliki program yang baik. Tinggal diperkuat kolaborasinya dengan Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah daerah, dan Satgas agar seluruh intervensi berjalan terpadu,” katanya.
Ketua Tim Kerja Penggerakan Masyarakat dan Pendayagunaan Lini Lapangan Kemendukbangga/ BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto, S.E., M.Si dalam pemaparannya menjelaskan, dalam rangka ikut serta mempersiapkan sumberdaya manusia (SDM) yang unggul dan pembangunan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045, Kemendukbangga/ BKKBN Provinsi Jawa Timur menekankan adanya penurunan angka Stunting di kabupaten Kediri.
“Berdasarkan prevalensi Stunting Provinsi Jawa Timur tahun 2026, Kabupaten Kediri berada di angka 8,4. Sementara Provinsi Jawa Timur masih di posisi 14,7 dan nasional masih cukup tinggi yang mencapai 19,8. Artinya, untuk menekan angka Stunting diperlukan pemenuhan gizi yang baik,” ujarnya.
Upaya pemerintah untuk pemenuhan gizi yang baik adalah program makan bergizi gratis yang menyasar kelompok ibu hamil, ibu menyusui dan Balita non PAUD. Bahkan, program ini pun diperluas menyasar anak-anak sekolah hingga tingkat SMA/sederajat.
Dalam prakteknya, jelas Sukamto, pencegahan stunting diperlukan tindakan kolaboratif antara pemerintah, keluarga dan masyarakat. Dalam hal ini, orang tua memberikan pola asuh dan gizi yang baik. Kemudian masyarakat mendukung lingkungan sehat dan bebas stunting. Selanjutnya kader Posyandu aktif memantau dan mengedukasi. Sementara Pemerintah menyediakan layanan kesehatan dan akses gizin yang merata.
Sementara itu, Dra. Sarkaraning Dewi Pregiwasari selaku Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan KB DP2KBP3A Kabupaten Kediri, menilai bahwa salah satu penyebab munculnya stunting adalah adanya pernikahan dini yang mengakibatkan ketidaksiapan.
“Untuk mengantisipasi hal itu diperlukan satu kegiatan yaitu ketahanan keluarga yang mengedukasi para remaja melalui generasi berencana (genre) yang di implementasikan melalui kegiatan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) remaja,” ungkapnya. (DBS)