Bahlil Lahadalia Luncurkan 10 Buku, Dokumentasikan Gagasan Investasi hingga Hilirisasi Industri Nasional

Spread the love

METROHEADLINE.NET, Jakarta – Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meluncurkan 10 buku yang merekam perjalanan pemikiran dan pengalamannya selama berkecimpung dalam pemerintahan.

Peluncuran karya tersebut berlangsung di Djakarta Theater, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026). Sepuluh buku itu menjadi ruang bagi Bahlil untuk menuangkan berbagai gagasan mengenai pembangunan ekonomi, investasi, pengelolaan sumber daya alam hingga strategi penguatan industri nasional.

Karya-karya tersebut juga merefleksikan perjalanan Bahlil sejak dipercaya memimpin Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yang kemudian bertransformasi menjadi Kementerian Investasi, hingga menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM.

Menurut Bahlil, buku-buku yang diterbitkannya tidak semata-mata menjadi catatan perjalanan pribadi. Lebih dari itu, karya tersebut diharapkan dapat menjadi dokumentasi pemikiran sekaligus bahan diskusi akademik mengenai berbagai kebijakan strategis yang menyangkut masa depan Indonesia.

Salah satu buku yang mendapat perhatian dalam peluncuran tersebut berjudul “Tuan di Negeri Sendiri”. Buku ini mengangkat gagasan mengenai hilirisasi dan peta jalan pengembangan industri nasional agar Indonesia tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah dalam rantai ekonomi global.

Buku tersebut semakin menarik karena kata pengantarnya ditulis langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Bahlil menyebut, substansi buku tersebut memiliki keterkaitan erat dengan agenda hilirisasi yang terus dikembangkan pemerintah.

Bagi Bahlil, hilirisasi bukan sekadar kebijakan ekonomi yang bersifat jangka pendek. Konsep tersebut, menurutnya, harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi besar membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

“Buku tersebut menjadi salah satu bukti bahwa konsep hilirisasi yang selama ini digaungkan merupakan hasil karya Partai Golkar,” ujar Bahlil.

Ia menegaskan, gagasan mengenai hilirisasi perlu terus diperdalam melalui kajian akademik sehingga tidak berhenti sebagai wacana kebijakan, tetapi dapat dipahami dan didiskusikan secara luas oleh masyarakat.

Selain hilirisasi, sejumlah buku lainnya turut mengulas pengalaman Bahlil dalam mengelola investasi serta keterlibatannya dalam perumusan berbagai kebijakan pembangunan.

Pengalaman ketika memimpin BKPM menjadi salah satu fondasi penting dalam karya-karya tersebut. Dari sana, Bahlil menuangkan berbagai pemikiran mengenai bagaimana Indonesia dapat memperkuat iklim investasi, mengoptimalkan sumber daya alam dan membangun industri bernilai tambah.

Tak hanya berbicara mengenai persoalan domestik, buku-buku tersebut juga menyoroti posisi Indonesia dalam rantai pasok global serta pentingnya strategi industri yang mampu meningkatkan daya saing nasional.

Bahlil menilai, pengalaman menjalankan tugas di pemerintahan perlu didokumentasikan agar tidak berhenti sebagai catatan perjalanan birokrasi. Pemikiran dan proses di balik sebuah kebijakan, menurutnya, juga penting untuk diketahui dan dikaji oleh publik.

Karena itu, penerbitan 10 buku tersebut sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban akademik Bahlil kepada masyarakat.

“Buku tersebut sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik ke publik,” kata Bahlil.

Ia berharap karya-karya tersebut dapat memberikan perspektif mengenai proses lahirnya berbagai kebijakan sekaligus membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai arah pembangunan Indonesia.

Melalui 10 buku tersebut, Bahlil tidak hanya mendokumentasikan perjalanan kariernya di pemerintahan, tetapi juga mencoba meninggalkan gagasan yang dapat dibaca, dikritisi dan dikembangkan sebagai bagian dari percakapan publik mengenai masa depan ekonomi dan industri nasional.

Di antara seluruh karya yang diperkenalkan, “Tuan di Negeri Sendiri” menjadi salah satu buku yang menonjol karena membawa isu hilirisasi sebagai gagasan utama, sekaligus memperkuat narasi tentang pentingnya Indonesia mengelola sumber daya alam dan membangun industri di dalam negeri.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *