METROHEADLINE.NET , Jakarta — Suasana duka mengacaukan pemakaman politikus senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Habil Marati, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026).

Habil Marati meninggal dunia pada Minggu (27/9/2026). Kepergian tokoh yang pernah menduduki sejumlah posisi penting di PPP tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, kolega politik, serta orang-orang yang selama ini mengenalnya.
Sebelum dimakamkan, jenazah Habil Marati terlebih dahulu disalatkan di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan. Setelah proses salat jenazah selesai, jenazah kemudian dibawa menuju TPU Tanah Kusir untuk dimakamkan.
Sejumlah tokoh nasional, tokoh politik, kolega, sahabat, rekan-rekan seperjuangan, serta pihak keluarga turut hadir dalam prosesi pemakaman tersebut. Kehadiran mereka menjadi bagian dari penghormatan terakhir kepada Habil yang selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu tokoh yang memiliki perjalanan panjang di dunia politik, organisasi, bisnis, dan sepak bola nasional.
Kabar meninggalnya Habil sebelumnya juga disampaikan melalui ucapan duka yang beredar pada Minggu. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, turut menyampaikan kabar duka tersebut melalui akun media sosialnya dan mengenang Habil sebagai seorang pejuang.
Kepergian Habil tidak hanya meninggalkan cerita tentang kiprahnya di PPP. Jejak kehidupannya terbentang cukup panjang, sejak masa muda ketika mulai aktif dalam organisasi hingga kemudian memasuki dunia politik nasional.
Puluhan Tahun Mengabdi di PPP
Habil Marati dikenal sebagai kader senior PPP. Berdasarkan sejumlah catatan biografi, keterlibatannya di dunia politik sudah dimulai sejak usia muda.
Habil tercatat pernah menjadi anggota DPRD Tingkat II Kotamadya Medan periode 1982-1987. Karier politiknya kemudian berlanjut dengan menjadi anggota DPRD Sumatera Utara periode 1987-1992. Ia juga pernah menduduki posisi pimpinan DPRD Sumatera Utara sebelum kemudian masuk ke tingkat nasional.
Di lingkungan PPP, Habil pernah menjabat sebagai Sekretaris DPW PPP Sumatera Utara pada tahun 1985-1990. Selanjutnya ia dipercaya menjadi Ketua DPW PPP Sumatera Utara pada tahun 1995-2004.
Kariernya kemudian berlanjut di tingkat pusat. Habil tercatat pernah menjadi Ketua DPP PPP pada periode 2003-2007 dan pernah dipercaya menduduki posisi Bendahara Umum DPP PPP ketika partai tersebut dipimpin Suryadharma Ali.
Ia juga pernah menjadi anggota DPR RI periode 1999-2004 dari Fraksi PPP sekaligus tercatat pernah menjadi anggota MPR.
Setelah terjadi dinamika dan konflik internal PPP, Habil kemudian tercatat berada dalam kepengurusan PPP kubu Djan Faridz sebagai Wakil Ketua Umum.
Perjalanan politiknya menunjukkan bahwa Habil bukanlah sosok yang baru muncul menjelang akhir kariernya. Ia telah melewati berbagai fase politik nasional dan daerah selama beberapa dekade.
Aktif di Dunia Usaha
Di luar politik, Habil Marati juga dikenal sebagai pengusaha.
Sejumlah catatan mengenai perjalanan hidupnya menyebutkan Habil pernah menduduki jabatan pimpinan di beberapa perusahaan. Di antaranya sebagai Direktur Utama PT Batavindo Kridanusa pada tahun 1994, PT Galaxy Pasific Evalindo dan PT Makassar Ferrosel Global pada tahun 1997, serta PT Satomer Asri Fiberindo.
Ia juga tercatat pernah menjadi Direktur Utama PT Industry Kakao Utama dan PT Agra Post Lava pada tahun 2000.
Pengalamannya sebagai pengusaha tersebut kemudian melengkapi kiprahnya sebagai politikus dan aktivis organisasi.
Perhatian Besar pada Sepak Bola Nasional
Nama Habil Marati juga pernah mewarnai perjalanan sepak bola nasional.
Ia pernah menjadi manajer Tim Nasional Indonesia pada ajang AFF 2012. Sebelumnya, Habil juga tercatat pernah menjabat Wakil Ketua Bidang Perwasitan Badan Wasit Sepakbola Indonesia (BWSI) periode 2007-2011.
Pada tahun 2013, namanya bahkan pernah masuk dalam bursa calon Ketua Umum PSSI.
Keterlibatannya dalam sepak bola menunjukkan bahwa aktivitas Habil tidak hanya berpusat pada politik dan dunia usaha. Ia juga memiliki perhatian terhadap perkembangan olahraga, khususnya sepak bola yang memiliki basis pendukung yang sangat luas di Indonesia.
Pernah Menghadapi Perkara Hukum
Dalam perjalanan hidupnya, Habil juga pernah menangani perkara hukum yang menjadi perhatian publik pada tahun 2019-2020.
Ia ditangkap pada Mei 2019 dan kemudian menjalani proses hukum terkait perkara kepemilikan serta penguasaan senjata api ilegal yang dikaitkan dengan perkara Kivlan Zen.
Dalam konferensi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Habil didakwa terkait tindak pidana membantu tanpa hak menerima, menyerahkan, menguasai, dan menyimpan senjata api serta amunisi.
Pada tanggal 27 Januari 2020, PN Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman satu tahun penjara kepada Habil Marati. Putusan tersebut tercatat dalam Direktori Putusan Mahkamah Agung dengan perkara Nomor 959/Pid.Sus/2019/PN Jkt.Pst.
Dalam proses konferensi, Habil membantah sejumlah tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Catatan konferensi juga menunjukkan adanya perbedaan keterangan dan argumentasi mengenai tujuan pemberian uang yang menjadi bagian dari perkara tersebut.
Riwayat hukum tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjang kehidupan Habil, yang selama puluhan tahun sebelumnya dikenal sebagai politikus, pengusaha, dan tokoh yang aktif dalam berbagai kegiatan organisasi.
Meninggalkan Kenangan bagi Orang-orang Terdekat
Di luar jabatan dan berbagai aktivitas yang pernah dijalaninya, Habil juga dikenang oleh sejumlah orang yang pernah berinteraksi dengannya secara dekat.
Salah satu tulisan kenangan yang terbit setelah kabar wafatnya menggambarkan Habil sebagai sosok yang memiliki hubungan pertemanan yang cukup luas. Dalam tulisan tersebut, Habil dikenang melalui percakapan-percakapan personal, termasuk kegemarannya bermain golf dan perhatiannya terhadap kegiatan sosial seperti kurban.
Bagi keluarga dan para sahabatnya, tentu sosok Habil tidak hanya dapat dikenang melalui jabatan politik, aktivitas bisnis, maupun berbagai peristiwa yang pernah menjadi pemberitaan.
Ada sisi pribadi yang hanya diketahui oleh orang-orang yang pernah dekat dengannya.
Kini perjalanan panjang itu telah berakhir.
Setelah disalatkan di Masjid Raya Pondok Indah, jenazah Habil Marati akhirnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026).
Para pelayat yang datang kemudian meninggalkan lokasi pemakaman satu per satu, sementara keluarga dan orang-orang terdekat masih berada di sekitar pusara.
Kepergian Habil Marati menutup satu bab panjang perjalanan seorang politikus senior PPP yang telah melewati berbagai fase kehidupan bangsa—dari dunia organisasi, parlemen, kepartaian, dunia usaha hingga sepak bola nasional.
Di tempat peristirahatan terakhirnya, keluarga, sahabat dan para kolega mengantarkan Habil dengan doa.
Selamat jalan Habil Marati. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan.***