Siswa SD Alami Luka Berat Usai Tertabrak Sepeda Motor di Mustika Jaya, Orang Tua Harapkan Proses Hukum Berjalan Adil

Spread the love

METROHEADLINE.NET, Bekasi – Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang pelajar terjadi di depan Sekolah Dasar Salsabilla, Kelurahan Mustika Jaya, Kota Bekasi, pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan seorang siswa sekolah dasar berinisial K mengalami luka serius pada bagian wajah.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pada Selasa (30/6/2026) korban saat itu baru diantar oleh ibunya ke sekolah. Sesaat sebelum masuk ke lingkungan sekolah, korban menyeberang jalan. Pada waktu yang hampir bersamaan, seorang pelajar SMA berinisial S yang mengendarai sepeda motor melintas dan diduga tidak dapat mengendalikan kendaraannya hingga menabrak korban.

Informasi yang beredar menyebutkan, pengendara sepeda motor terburu-buru pulang ke rumah karena hendak mengambil kartu pelajar yang tertinggal untuk keperluan mengikuti ulangan di sekolahnya.

Akibat benturan tersebut, korban terpental dan mengalami luka cukup parah, di antaranya bibir robek serta kehilangan gigi permanen. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis, termasuk tindakan operasi pada bagian wajah.

Suasana haru menyelimuti ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) ketika orang tua korban mendampingi proses perawatan. Sang ibu mengaku sangat terpukul melihat kondisi anaknya yang mengalami luka berat akibat kecelakaan tersebut.

Kasus ini kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan saat ini masih dalam proses penyelidikan. Aparat akan mendalami kronologi kejadian serta menentukan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.

Selain meminta proses hukum berjalan secara profesional dan transparan, keluarga korban juga mempertanyakan penggunaan sepeda motor oleh pelajar yang disebut masih duduk di bangku kelas X SMA. Menurut pihak keluarga, apabila pengendara memang belum memenuhi persyaratan untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), maka perlu dilakukan evaluasi terhadap pengawasan penggunaan kendaraan bermotor oleh pelajar.

Keluarga korban berharap seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sehingga keadilan bagi korban dapat terwujud sekaligus menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terulang.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *