Cegah Stunting dan Ciptakan Generasi Emas, BKKBN Bantu Distribusi MBG

Magelang, Metroheadline.net – Ratusan warga Mertoyudan Magelang mengikuti sosialisasi program Bangga Kencana yang diselenggarakan oleh Kemendukbangga dan Anggota DPR RI, Selasa (19/5/2026), diGedung Living, Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Al- Khafid Hidayat,S.Pd.I menjelaskan, dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, salah satu upaya yang dilakukan Kemendukbangga/BKKBN adalah melakukan kerjasama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pendistribusian Makanan Bergizi (MBG) kepada para penerima manfaat MBG.

“Penerima manfaat MBG tersebut yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dengan total 7.884.892 penerima. Sementara untuk Jawa Tengah sendiri berjumlah 3.219.602 penerima,” ujar Al- Khafid.

Untuk mendukung program ini, keberadaan Tim Pendamping Keluarga sebagai Kader Pendamping Keluarga dalam program MBG 3B sangat penting untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, terkoordinasi, dan berkontribusi nyata terhadap peningkatan status gizi serta pencegahan stunting.

Kabid Dalduk DP2KBP3A Kab Magelang, Vidya Nirmala, SKM.,M.Kes dalam paparannya pentingnya ketahanan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau suami, istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya (duda), atau ibu dan anaknya (janda).

“Apabila keluarga di Indonesia merupakan keluarga yang berketahanan maka Indonesia menjadi negara yang berketahanan pula,” imbuhnya.

Berdasarkan Pasal 1 UU No. 52 Tahun 2009, ketahanan keluarga adalah kondisi keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mengandung kemampuan fisik-materiil dan mental-spiritual guna hidup mandiri dan mengembangkan diri serta keluarganya untuk hidup harmonis dan sejahtera.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, S.E.,M.B.A, secara aktif mendorong percepatan penurunan stunting melalui penguatan kolaborasi program lintas sektor, optimalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta edukasi dan pemeriksaan kesehatan berkala bagi masyarakat.

Fokus utama dalam penanganan stunting, ia aktif melakukan evaluasi Program MBG, Optimalisasi Program Bangga Kencana, Mengubah Pola Pikir Cek Kesehatan dan Kampanye Konsumsi Pangan Lokal.

Terkait MBG, ia mendesak pemerintah untuk melakukan audit menyeluruh terhadap dapur pelaksana MBG guna memastikan asupan makanan tidak hanya bergizi, tetapi juga higienis dan aman bagi anak-anak. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *