METROHEADLINE.NET, Jakarta — Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai acara halal bihalal yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru organisasi warga Bima di wilayah Jabodetabek.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat solidaritas sekaligus menegaskan arah baru organisasi melalui kepengurusan yang dinilai lebih segar, kreatif, dan inovatif.
Ketua Umum Markas Besar Jaringan Analisis Pemantauan Rakyat (Mabeh Jantri), Tusnama Hermansa, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelantikan pengurus baru tersebut.
Ia menilai bahwa komposisi kepengurusan saat ini diisi oleh generasi muda yang memiliki potensi besar untuk membawa organisasi ke arah yang lebih progresif.
“Pelantikan ini mengangkat tema energi baru dengan program-program baru. Kami melihat kepengurusan yang sekarang sangat relevan untuk perkembangan Bima ke depan. Anak-anak muda yang terlibat memiliki kreativitas tinggi dan semangat inovasi yang luar biasa,” ujar Tusnama Hermansa, kepada wartawan di Balai Tetap Setia PP Polri, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (3/5/2026).
Menurutnya, meskipun kepengurusan sebelumnya telah menunjukkan kinerja yang baik, kehadiran generasi baru ini diharapkan mampu menghadirkan terobosan yang lebih segar.
Ia optimistis bahwa organisasi akan semakin berkembang dan mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat Bima di perantauan.
Lebih lanjut, Tusnama menyoroti sosok Ketua Umum yang baru dilantik, Dr. Anggus Bokausal Firdaus, Ky., M.S.H.R., sebagai figur yang memiliki karakter kepemimpinan kuat namun tetap rendah hati.
“Beliau adalah sosok yang low profile, tetapi memiliki kemampuan mengayomi masyarakat Bima di mana pun berada. Kami sangat mengapresiasi pelantikan ini dan berharap kepemimpinan beliau dapat membawa dampak positif yang luas,” katanya.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang seremonial pelantikan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi melalui kegiatan halal bihalal yang dihadiri oleh masyarakat Bima dari berbagai wilayah di Jabodetabek.
Kehadiran para perantau Bima dalam jumlah besar mencerminkan kuatnya rasa persaudaraan dan solidaritas di antara mereka.
Tusnama menilai momen ini sebagai langkah strategis dalam mempererat hubungan sosial sekaligus membangun sinergi antara pengurus dan masyarakat.
“Inilah bentuk kebersamaan warga Bima di perantauan. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga tali persaudaraan dan memperkuat jaringan sosial,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan pesan penting kepada seluruh masyarakat Bima agar turut berperan aktif dalam mendukung kepengurusan yang baru.
“Pengurus tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan dari seluruh masyarakat. Mari kita bersama-sama mengawal, membantu, dan memajukan Bima, khususnya di wilayah perantauan Jabodetabek,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh warga Bima untuk menjadikan organisasi sebagai wadah persatuan yang mampu mempererat hubungan emosional di tengah kehidupan perantauan.
“Cintailah sesama masyarakat Bima. Jadikan momen ini sebagai pengikat persaudaraan kita. Di mana pun kita berada, khususnya di Jabodetabek, kebersamaan ini harus terus dijaga,” tambahnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal bagi lahirnya berbagai program kerja yang inovatif dan berdampak nyata bagi masyarakat. Dengan semangat baru yang diusung oleh kepengurusan saat ini, warga Bima di Jabodetabek menaruh harapan besar akan hadirnya perubahan positif yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, hadir juga Semi Manave, selaku pendiri LSM PETIR, dia menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas terselenggaranya acara pelantikan yang dirangkaikan dengan halal bihalal tersebut.

Ia menegaskan bahwa kehadiran pihaknya bukanlah kebetulan, melainkan bagian dari keterikatan emosional yang kuat antara PETIR dan masyarakat Bima.
“Pertama-tama kami mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Hari ini kami hadir bukan karena kebetulan. PETIR adalah bagian dari Bima, dan Bima adalah ‘anak emas’ bagi PETIR,” ujar Semi Manave.
Ia juga menekankan bahwa dukungan yang diberikan tidak dilandasi oleh perbedaan latar belakang seperti suku, agama, maupun ras, melainkan semangat kebersamaan sebagai sesama anak bangsa.
“Di sini kita hadir bukan melihat perbedaan. Kita hadir sebagai bukti bahwa kami, pendiri dan seluruh anggota PETIR, mendukung penuh pelantikan ini,” tambahnya.
Menurut Semi Manave, terpilihnya pengurus baru diharapkan mampu membawa dampak positif serta menjadi berkah bagi persatuan masyarakat, khususnya warga Bima di perantauan.
“Kami mengucapkan selamat kepada para pengurus yang telah dilantik. Mudah-mudahan kepengurusan ini menjadi berkah dan memperkuat persatuan kita semua,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan pesan penting kepada masyarakat Bima yang berada di wilayah Jabodetabek agar terus menjaga solidaritas dan kebersamaan. Ia menilai bahwa kekuatan utama komunitas perantau terletak pada kemampuan untuk saling mendukung dan bergandengan tangan.
“Masyarakat Bima di Jabodetabek harus tetap bersatu dan bergandengan tangan. Kita ini tersebar di banyak wilayah, bahkan dalam jejaring komunitas dari berbagai provinsi, namun semangat kebersamaan harus tetap dijaga,” tegasnya.
Semi Manave juga mengungkapkan bahwa PETIR, yang dikenal sebagai komunitas seniman jalanan, selama ini memiliki kedekatan dengan masyarakat Bima. Ia menyebutkan bahwa keberadaan PETIR tidak terlepas dari kontribusi dan dukungan warga Bima, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Banyak aktivitas kami yang bersinggungan dengan masyarakat Bima. Bahkan keberadaan PETIR juga tidak lepas dari peran dan dukungan warga Bima,” ujarnya.
Ia memastikan bahwa PETIR akan terus hadir di tengah masyarakat, terutama ketika dibutuhkan dalam berbagai kegiatan sosial maupun kemasyarakatan.
“Di mana pun ada kebutuhan, selama itu untuk kebaikan bersama, PETIR akan hadir. Kami siap menjadi bagian dari masyarakat,” imbuhnya.
Pelantikan pengurus baru BNMB Jabodetabek yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan ini menjadi simbol kuatnya solidaritas lintas komunitas. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk PETIR, diharapkan mampu memperkuat langkah organisasi dalam menjalankan program-program ke depan.
Dengan semangat kolaborasi dan persatuan, masyarakat Bima di Jabodetabek optimistis dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif, baik bagi komunitas internal maupun bagi masyarakat luas.
Acara ditutup dengan suasana penuh keakraban, memperlihatkan bahwa semangat persatuan dan kebersamaan warga Bima tetap terjaga kuat, meskipun berada jauh dari tanah kelahiran.***












