METROHEADLINE.NET , Bekasi – Prosesi pemakaman Indra Kartasasmita berlangsung khidmat di Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Perkemi, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (22/4/2026).

Sejumlah tokoh nasional, tokoh bela diri, murid, serta keluarga besar Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) turut hadir memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal sebagai pelopor perkembangan Shorinji Kempo di Tanah Air.
Sejak pagi hari, suasana duka telah memenuhi area pemakaman. Para kenshi (praktisi kempo) tampak mengenakan seragam khas mereka, berdiri rapi mengiringi prosesi penghormatan terakhir. Prosesi pemakaman jenazah dilaksanakan dengan penuh rasa hormat, mencerminkan nilai-nilai disiplin, persaudaraan, dan pengabdian yang selama ini diajarkan kakek.
Sosok mendiang Indra Kartasasmita dikenang bukan hanya sebagai pendiri organisasi bela diri, namun juga sebagai figur ayah bagi ratusan ribu murid yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal itu disampaikan oleh putranya, Aguy Gurhadi Kartasasmita, saat memberikan keterangan kepada wartawan usai acara pemakaman.

Menurut Aguy, ayahnya memiliki peran yang jauh melampaui hubungan biologi. Meski dirinya adalah anak kandungnya, ia menyadari bahwa banyak murid yang juga menganggap Indra sebagai sosok bapak.
“Anak ideologis beliau sangat banyak. Dari yang baru dilatih hingga yang sudah senior, semuanya menganggap beliau sebagai ayah,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sepanjang hidupnya, Indra Kartasasmita dikenal sebagai sosok yang sangat menekankan kualitas dalam membangun organisasi. Melalui Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia, Indra tidak sekadar membentuk komunitas, tetapi mendidik anggotanya agar memiliki karakter kuat, disiplin, dan integritas tinggi.
“Yang dijadikan peserta adalah mereka yang benar-benar dibentuk untuk berkualitas, bukan sekedar menjadi bagian dari kepadatan,” kata Aguy.
Organisasi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia sendiri telah berdiri selama lebih dari enam dekade dan kini hampir menjangkau seluruh provinsi di Indonesia. Perkembangannya dinilai tidak lepas dari pendekatan pelatihan yang adaptif, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan media internal untuk menjaring minat generasi muda.
Selain membangun karakter, olahraga kempo juga disebut memberikan dampak nyata bagi masa depan para anggotanya. Banyak atlet yang berhasil meraih beasiswa pendidikan hingga kesempatan berkarier melalui jalur prestasi. Hal ini dimungkinkan karena kempo telah diakui secara nasional oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia dan juga di tingkat internasional.
“Sekarang atlet tidak boleh lagi dipandang sebelah mata. Ini sudah menjadi profesi yang membutuhkan dedikasi dan biaya, dan pemerintah sudah mulai memberikan perhatian,” ungkapnya.
Aguy menambahkan, para atlet kempo yang berprestasi kerap masuk dalam radar dinas pemuda dan olahraga daerah, sehingga terbuka peluang untuk mendapatkan dukungan, termasuk menjadi aparatur melalui jalur prestasi.
Di akhir pernyataannya, Aguy menyampaikan pesan yang sering diwariskan sang ayah kepada para murid dan generasi penerus. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai yang telah diajarkan, terutama persatuan dan pengendalian diri.
“Pesan beliau sederhana namun mendalam: jaga kesatuan dan persatuan, pegang teguh filosofi yang sudah ditanamkan. Taklukkan diri sendiri sebelum menduduki orang lain,” tuturnya.
Warisan nilai tersebut kini menjadi fondasi yang terus dijaga oleh keluarga besar Perkemi, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi panjang Indra Kartasasmita dalam membangun manusia yang berkarakter melalui olahraga bela diri.
Indra Kartasasmita dikenal luas sebagai pendiri sekaligus tokoh sentral dalam pengembangan Shorinji Kempo di Indonesia.
Melalui Perkemi, ia berperan besar dalam memperkenalkan seni bela diri asal Jepang tersebut kepada masyarakat Indonesia, sekaligus menanamkan nilai-nilai moral, kedisiplinan, serta pembentukan karakter bagi para anggotanya.
Dalam perjalanan hidupnya, almarhum tidak hanya fokus pada pengembangan teknik bela diri, tetapi juga membangun organisasi yang solid dan berkelanjutan.
Di bawah kepemimpinannya, Perkemi berkembang pesat dan berhasil melahirkan banyak atlet berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dedikasinya menjadikan Shorinji Kempo bukan sekedar olahraga, tetapi juga sebagai sarana pendidikan mental dan spiritual.
Sejumlah tokoh yang hadir mengenang almarhum sebagai sosok yang tegas namun penuh kebijaksanaan. Ia dikenal memiliki komitmen tinggi terhadap pelatihan generasi muda dan tidak pernah lelah mendorong anggotanya untuk terus berkembang, baik secara fisik maupun karakter.
Riwayat hidup Indra Kartasasmita menunjukkan perjalanan panjang dalam dunia bela diri. Ia menjadi salah satu pionir yang membawa Shorinji Kempo ke Indonesia pada masa awal perkembangannya, kemudian mendirikan Perkemi sebagai wadah resmi untuk pelatihan dan pengembangan olahraga tersebut. Dari lahirnya berbagai cabang dan dojo yang tersebar di seluruh Indonesia.
Hingga akhir hayatnya, almarhum tetap aktif memberikan arahan dan inspirasi bagi perkembangan Perkemi. Semangatnya dalam membangun persaudaraan melalui bela diri menjadi warisan yang terus hidup di kalangan para kenshi.
Kepergian Indra Kartasasmita meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas bela diri nasional. Namun demikian, nilai-nilai yang telah ia tanamkan diyakini akan terus menjadi fondasi kuat bagi perjalanan Perkemi ke depan.
Prosesi pemakaman ditutup dengan doa bersama, diiringi harapan agar segala amal ibadah almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Para pelayat pun perlahan meninggalkan lokasi dengan membawa kenangan dan teladan dari sosok yang telah mendedikasikan hidupnya untuk dunia bela diri dan pembinaan generasi bangsa.***












