JAKARTA, METROHEADLINE.NET , 21 Juli 2025 – Asian Chinese Youth Association (ACYA) terus berkomitmen mendorong lahirnya generasi muda Tionghoa yang unggul, berdaya saing tinggi, dan siap menghadapi era digital. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Presiden ACYA, Helga T.Abraham, dalam Konferensi Pemuda bertajuk Forum Digital Pemuda ASIAN yang digelar di Jakarta bertepatan dengan ajang Young On Top National Conference (YOTNC) ke-15.
“ACYA Digital bertujuan menyebarkan pengetahuan dan mempersiapkan generasi muda untuk menjadi talenta digital yang mampu menjawab tantangan zaman, khususnya di tiga sektor utama: pendidikan, keamanan, dan ekonomi,” ujar Helga.
Sebagai organisasi kepemudaan yang dinamis dan ekologis tinggi, ACYA hadir untuk membina dan mengembangkan potensi kepemimpinan para pemuda-pemudi Tionghoa Indonesia, sekaligus membangun jejaring kerja sama di tingkat Asia. ACYA juga mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya di wilayah terpencil di Indonesia.
Dalam gelaran YOTNC15 ini, ACYA mengambil peran penting sebagai lawan kesehatan serta aktif melakukan sosialisasi organisasi kepada peserta dan tamu undangan.
Fokus Ekonomi Pemuda Asia
Sebagai bagian dari *Asian Youth Economic Forum*, ACYA mengusung empat agenda utama:
1. **Mendorong dialog dan kemitraan ekonomi** yang tangguh dan inklusif.
2. **Memberdayakan pemuda** dalam mempengaruhi kebijakan ekonomi rakyat.
3. **Mempromosikan infrastruktur berkelanjutan** dan inovasi ramah lingkungan.
4. **Mempercepat strategi adaptasi keuangan** dan memperluas model kemitraan publik-swasta.
Konferensi ini juga menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai sektor: mulai dari pejabat pemerintah, tokoh akademisi, perwakilan sektor swasta, organisasi sipil masyarakat, hingga pemuda pelopor dari berbagai negara Asia.
“Forum ini bukan hanya tentang ide, tapi bagaimana generasi muda dapat memberikan kontribusi nyata bagi komunitas digital Asia melalui solidaritas, keinginan, persatuan, dan perdamaian,” jelas Helga.
ACYA nasional percaya bahwa pemuda Asia, khususnya komunitas Tionghoa, memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak perubahan di tingkat dan internasional.












