Cegah Stunting dan Pernikahan Dini, Pemkab Lamongan Siapkan Empat Langkah Strategis

Spread the love

Kabupaten Lamongan, Metroheadline.net – Pemerintah melalui Kemendukbangga berkolaborasi dengan DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Lamongan Jawa Timur menggelar sosialisasi Program Bangga Kencana di Gedung Serba Guna Desa Karanggeneng, Kec. Karanggeneng, Kab. Lamongan, Rabu (1/7/2026).

Acara sosialisasi diawali dengan sambutan dari Tuan Rumah yaitu Ujik Silvian Efendi, ST (Anggota DPRD Kab. Lamongan) dan Ahsanul Yaqin (Tokoh Masyarakat Karanggeneng). Sebagai Pemateri dibawakan oleh Dr. dr. Aini Mas’idha, MMRS (Kepala DP3AKB Kab. Lamongan), Shodiqin, S.H, M.M (Kepala Perwakilan Kemendukbangga /BKKBN Provinsi Jawa Timur), dan Dr. H. Ali Mufthi, S.Ag., M.Si. (Anggota DPR RI).

Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Lamongan, dr. Aini Mas’idha, MMRS., mengatakan, untuk mencegah stunting dan pernikahan anak, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menerapkan empat langkah strategis.

Langkah tersebut Pertama, Pendampingan Remaja yang dilakukan secara aktif melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Kedua, Skrining Pranikah. Diwajibkan bagi Calon Pengantin (Catin) melalui aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil).

Ketiga, Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Mengedukasi batas usia ideal menikah, yakni minimal 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki. Ke empat, Edukasi KIE. Merupakan Pelaksanaan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang digerakkan secara masif oleh Tenaga Lini Lapangan (Linlap).

“Melalui sinergi program dan edukasi yang berkelanjutan ini, diharapkan kualitas keluarga di Kabupaten Lamongan semakin meningkat, sejalan dengan visi besar mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga /BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, S.H, M.M menilai, peran Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) perlu mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya karena mereka aktif turun ke lapangan serta turut menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah khususnya kelompok Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita non-PAUD.

Ia juga meminta agar menghindari pernikahan dini dan mengawal ketat 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk memastikan anak bebas dari stunting. “Kami saat ini secara aktif menjalankan visi Asta Cita Presiden yang diturunkan menjadi lima program prioritas,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Dr. H. Ali Mufthi, S.Ag., M.Si menekankan pentingnya melakukan persiapan guna menyongsong bonus demografi demi terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045. Oleh karena itu, Generasi emas ini harus didukung secara menyeluruh, mulai dari pendidikan yang berkualitas, asupan nutrisi yang baik, hingga sanitasi dan kelayakan rumah tinggal yang memadai.

“Orang tua harus terus mengawal dalam hal pendidikan agama dan moralitas anak-anaknya. Selain itu generasi muda harus dijauhkan dari bahaya narkoba dan pergaulan bebas (seks bebas) agar kualitas SDM di masa depan benar-benar unggul,” pungkasnya. (DBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *