Kelurahan Kramat Gencarkan Sosialisasi Pemilahan Sampah, Warga Diajak Berperan Aktif Atasi Darurat Sampah Jakarta

Spread the love

METROHEADLINE.NET , Jakarta – Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, menggelar sosialisasi Gerakan Pemilahan Sampah kepada warga RT 001 dan RT 002 RW 005 pada Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua RT 001, Mulyawan, ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dari sumbernya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para ketua RT, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang antusias menyimak materi mengenai pentingnya pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga.

Dalam berbagai hal, Lurah Kramat Muchamad Faozi menegaskan bahwa permasalahan sampah saat ini telah menjadi tantangan serius yang harus diselesaikan bersama. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui penguasa gubernur telah mendorong seluruh warga untuk mulai mengurangi, memilah, dan mengolah sampah sejak dari rumah masing-masing.

“Sampah yang menjadi masalah saat ini adalah sampah yang kita hasilkan sendiri setiap hari. Oleh karena itu, solusi pertama yang harus dilakukan adalah mengurangi jumlah sampah, kemudian memilah dan mengolahnya dengan benar,” ujar Faozi.

Menurutnya, sampah Jakarta saat ini menghadapi kondisi darurat akibat tingginya volume sampah yang terus meningkat setiap hari. Jika masyarakat masih membuang sampah secara tercampur tanpa pemilahan, maka sistem pengelolaan sampah akan semakin terbebani, termasuk kapasitas tempat pembuangan akhir yang semakin terbatas.

Faozi menjelaskan bahwa mulai ke depan, masyarakat perlu memahami jenis-jenis sampah yang dihasilkan di rumah tangga, mulai dari sampah organik, anorganik, residu, hingga sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Dengan memahami maksudnya, warga diharapkan dapat melakukan pemilahan sebelum sampah dibuang.

“Sampah yang selama ini dibuang secara campur aduk harus mulai dipisahkan. Jika tidak dipilah, maka akan menyulitkan proses pengelolaan dan berpotensi menimbulkan tumpukan sampah di lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, May dari Satpel KLH Kecamatan Senen memberikan penjelasan lebih rinci mengenai mekanisme pemilahan dan pengolahan sampah yang dapat dilakukan masyarakat. Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah organik merupakan salah satu kunci utama dalam mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Menurut May, yang didampingi Putri Pendamping RW, menerangkan sampah organik seperti sisa makanan dan limbah dapur dapat diolah menjadi kompos, eco-enzyme, serta melalui metode biopori dan budidaya maggot. Namun, bagi warga yang memiliki keterbatasan lahan dan waktu, Kelurahan Kramat telah menyiapkan sistem pengumpulan melalui titik penampungan khusus atau drop point sampah organik.

“Kami memahami kondisi organisasi di Jakarta yang tidak semuanya memiliki lahan luas untuk mengolah sampah sendiri. Oleh karena itu, kami menyediakan drop point sampah organik agar warga tetap bisa berpartisipasi dalam gerakan ini,” ungkap May.

Ia menjelaskan bahwa warga cukup menyediakan dua hingga tiga wadah terpisah di rumah untuk membedakan sampah organik, anorganik, dan residu. Sampah organik yang telah dibuang kemudian dapat dibuang ke tempat penampungan khusus yang telah disediakan.

Selain itu, May juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara warga, pengurus RT, dan petugas lingkungan agar pengelolaan sampah berjalan efektif. Keberadaan penanggung jawab atau PIC di lingkungan RT dinilai penting untuk memastikan tempat penampungan sampah organik digunakan sesuai peruntukannya dan tidak tercampur dengan sampah lainnya.

“Kunci keberhasilan program ini ada pada kedisiplinan warga dalam memilah sampah dari rumah. Jika semua warga berpartisipasi, maka volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir dapat berkurang secara signifikan,” katanya.

Melalui sosialisasi ini, Kelurahan Kramat berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber dan mampu menjadikan pemilahan sampah sebagai kebiasaan sehari-hari. Langkah sederhana yang dimulai dari rumah diyakini dapat memberikan dampak besar dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengatasi permasalahan darurat sampah secara berkelanjutan.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *