METROHEADLINE.NET , Karawang – Suasana haru saat menghadiri prosesi pemakaman Irjen Pol. (Purn.) Drs. Paiman yang dilaksanakan di kawasan pemakaman San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).

Almarhum dimakamkan dengan penuh penghormatan, diiringi doa dan penghormatan terakhir dari keluarga, sahabat, rekan seperjuangan, serta sejumlah tokoh yang pernah mengenal perjalanan hidup dan pengabdiannya.

Prosesi pemakaman dihadiri oleh keluarga besar almarhum, rekan-rekan seangkatan semasa bertugas di Kepolisian Republik Indonesia, para purnawirawan Polri, serta keluarga besar Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen IMIPAS). Kehadiran para pelayat menjadi bukti penghormatan atas dedikasi panjang almarhum selama mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

Irjen Pol. (Purn.) Drs. Paiman wafat pada Kamis, 18 Juni 2026, dalam usia 76 tahun. Almarhum lahir pada tanggal 26 Oktober 1949 dan dikenal sebagai sosok perwira tinggi Polri yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk menjaga keamanan dan meminta masyarakat melalui institusi Kepolisian Republik Indonesia.
Bagi keluarga besar Polri, kematian almarhum bukan sekedar kehilangan seorang jenderal purnawirawan, melainkan kehilangan seorang tokoh yang dikenal memiliki dedikasi, kedisiplinan, serta komitmen yang kuat terhadap tugas dan tanggung jawab yang diembannya selama masa pengabdian.
Dalam perjalanan kariernya, almarhum tercatat pernah mengemban berbagai tugas strategis di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa jabatan terakhir yang pernah diemban almarhum adalah sebagai Kapolda Jawa Barat sebelum memasuki masa purna bakti. Pengalaman panjang dan rekam jejak pengabdiannya menjadikan almarhum sebagai salah satu sosok yang dihormati di lingkungan kepolisian.
Selain dikenal sebagai perwira tinggi Polri, almarhum juga merupakan ayahanda dari Irjen Pol. Yuldi Yusman, salah satu perwira tinggi Polri yang saat ini mengemban amanah penting di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Tidak sedikit pihak yang menilai bahwa nilai-nilai kedisiplinan, integritas, dan pengabdian yang diwariskan almarhum juga menjadi penting dalam perjalanan karier anaknya.
Sejak kabar wafatnya tersebar, berbagai ucapan belasungkawa mengalir dari kalangan pejabat, anggota Polri aktif, purnawirawan, sahabat, hingga masyarakat yang mengenal sosok almarhum. Banyak di antara mereka mengenang Irjen Pol. (Purn.) Drs. Paiman sebagai pribadi yang sederhana, bersahaja, namun tegas dalam menjalankan prinsip dan tugas.
Pada prosesi pemakaman, suasana khidmat tampak begitu terasa. Para pelayat secara bergantian memberikan penghormatan terakhir dan mengiringi kematian almarhum dengan doa. Rekan-rekan seangkatan almarhum yang hadir tampak mengenang perjalanan panjang persahabatan dan pengabdian yang telah mereka lalui bersama selama puluhan tahun.
Kehadiran keluarga besar Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen IMIPAS) juga menunjukkan eratnya hubungan kekeluargaan yang terjalin dengan keluarga almarhum. Sejumlah pejabat dan pegawai memberikan penghormatan sebagai bentuk empati dan dianugerahi atas jasa-jasa yang telah ditorehkan almarhum selama hidupnya.
Bagi keluarga, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Paiman bukan hanya seorang jenderal yang berhasil menorehkan prestasi dalam kariernya, tetapi juga sosok ayah, suami, dan panutan yang selalu menanamkan nilai kejujuran, kerja keras, dan tanggung jawab kepada anak-anak serta keluarganya.
Kepergian almarhum meninggalkan duka yang mendalam, namun juga meninggalkan warisan keteladanan yang akan terus dikenang. Pengabdian panjangnya kepada institusi Polri menjadi bagian dari sejarah perjalanan hidup yang sarat makna dan inspirasi bagi generasi penerus.
Di tengah suasana duka, keluarga besar almarhum menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan doa, dukungan, serta penghormatan terakhir. Mereka berharap segala amal ibadah dan pengabdian almarhum selama hidup diterima oleh Allah SWT dan menjadi ladang kebaikan yang terus mengalir.
Dengan dimakamkannya Irjen Pol. (Purn.) Drs. Paiman di San Diego Hills, Karawang, berakhirlah perjalanan hidup seorang putra bangsa yang telah mengabdikan dirinya bagi negara melalui Korps Bhayangkara. Namun, semangat pengabdian, keteguhan prinsip, serta keteladanan yang diwariskannya akan tetap hidup dalam ingatan keluarga, sahabat, dan seluruh insan yang pernah mengenalnya.***