METROHEADLINE.NET, Jakarta – Kepergian Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para prajurit yang pernah bertugas di bawah kepemimpinannya.
Sosok mantan Menteri Pertahanan RI itu dikenang bukan hanya sebagai seorang pemimpin militer yang tegas dan berintegritas, tetapi juga sebagai figur ayah yang selalu memberikan teladan bagi anak buahnya.
Hal tersebut disampaikan Brigjen TNI Charles Yohannes Alling, Karo TU dan Protokol Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan yang juga mewakili keluarga almarhum, saat memberikan kesaksian mengenai sosok Ryamizard Ryacudu.
Dengan suara yang sarat emosi, Charles mengaku memiliki kedekatan khusus dengan almarhum. Ia bahkan menyebut Ryamizard sebagai sosok bapak yang sangat berarti bagi dirinya dan banyak prajurit lainnya.
“Saya ini anak buahnya bapak. Saya pernah menjadi anak buah beliau selama empat tahun. Namun dalam waktu itu, beliau lebih dari sekadar seorang pimpinan. Beliau adalah bapak bagi kami,” ujar Charles, di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, Ryamizard merupakan sosok yang sangat menjunjung tinggi kedisiplinan, kejujuran, dan pengabdian kepada bangsa serta negara. Nilai-nilai tersebut tidak hanya diajarkan melalui perkataan, tetapi dicontohkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau soal kedisiplinan, tidak perlu diragukan lagi. Beliau adalah teladan dalam kejujuran dan integritas. Semua orang tahu bagaimana beliau menjaga prinsip-prinsip itu sepanjang hidupnya,” katanya.
Charles mengungkapkan rasa bangga pernah menjadi bagian dari keluarga besar yang dipimpin Ryamizard. Bagi dirinya, almarhum adalah figur yang konsisten memegang teguh prinsip dan tidak pernah berubah hingga akhir hayat.
“Saya bangga memiliki bapak seperti beliau. Saya yakin beliau akan mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. Beliau adalah contoh bagi kita semua,” tuturnya.
Lebih jauh, Charles menilai Ryamizard merupakan seorang nasionalis sejati yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk Indonesia. Baginya, pengabdian almarhum tidak hanya sebatas menjalankan tugas sebagai prajurit, tetapi juga mewakafkan seluruh jiwa dan raganya demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Beliau adalah nasionalis sejati. Integritasnya tidak pernah berubah sampai akhir hayatnya. Negara ini harus tetap satu, dan beliau telah mewakafkan hidupnya untuk menjaga negara ini. Bukan hanya tenaga dan pikirannya, tetapi seluruh hidupnya dipersembahkan untuk bangsa dan negara,” ungkapnya.
Selain mengenang sosok almarhum, Charles juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Ryamizard yang selama ini selalu memberikan dukungan penuh terhadap pengabdian sang jenderal.
Ia menyebut istri dan anak-anak almarhum sebagai keluarga yang luar biasa dan senantiasa mendampingi perjalanan panjang Ryamizard dalam mengabdi kepada bangsa.
“Keluarga beliau luar biasa. Ibu sangat luar biasa, begitu juga anak-anaknya. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kesehatan, kekuatan, dan ketabahan menghadapi masa-masa sulit ini,” ujarnya.
Charles berharap seluruh nilai perjuangan, ketegasan, nasionalisme, dan integritas yang diwariskan Ryamizard Ryacudu dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus, khususnya para prajurit TNI dan seluruh anak bangsa.
“Beliau adalah contoh untuk kita semua. Sosok yang setia kepada negara, teguh pada prinsip, dan tidak pernah meninggalkan nilai-nilai nasionalisme. Warisan keteladanan itulah yang harus kita lanjutkan,” katanya.
Kepergian Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu memang meninggalkan kesedihan mendalam. Namun, di balik duka tersebut, tersimpan jejak pengabdian panjang seorang prajurit yang sepanjang hidupnya dikenal sebagai sosok tegas, jujur, berani, dan tak pernah berhenti mencintai Indonesia.
Bagi Charles dan banyak prajurit lainnya, Ryamizard akan selalu dikenang bukan hanya sebagai seorang jenderal, melainkan sebagai seorang bapak yang telah memberikan teladan tentang arti pengabdian, integritas, dan kecintaan tanpa batas kepada bangsa dan negara.***