
Kepergian Yuliana Sagala meninggalkan duka bagi keluarga, kerabat, serta rekan-rekan sejawat yang pernah bekerja bersama dirinya di lingkungan Korps Adhyaksa.

Informasi mengenai wafatnya Yuliana dikonfirmasi oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Romza Setiawan. Sebelum meninggal dunia, Yuliana diketahui menjalani penanganan medis di Jakarta dan tidak masuk kantor selama kurang lebih lima hingga enam bulan karena kondisi kesehatannya.

Hingga informasi tersebut disampaikan, belum ada keterangan resmi mengenai penyakit yang diderita almarhumah maupun lokasi pemakamannya.
Perjalanan Karier Yuliana Sagala di Kejaksaan
Yuliana Sagala dikenal sebagai salah satu pejabat perempuan di lingkungan Kejaksaan yang pernah menduduki sejumlah posisi strategis. Sebelum menjabat sebagai Wakajati Kepulauan Bangka Belitung, ia pernah mengemban tugas sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Utara, Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar, serta Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Banten.

Saat menjabat sebagai Wakajati Banten pada periode 2024–2025, Yuliana juga menjalankan tugas dalam mendukung pelaksanaan fungsi dan koordinasi penegakan hukum di wilayah tersebut.
Pada akhir Oktober 2025, Yuliana dilantik sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung untuk mendampingi Kepala Kejati saat itu, Riono Budisantoso.
Pernah Pulihkan Keuangan Negara Rp5,9 Miliar
Salah satu catatan penting dalam perjalanan karier Yuliana Sagala adalah keberhasilannya saat menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Utara pada tahun 2019.
Dalam kurun waktu sembilan bulan, ia disebut berhasil memulihkan keuangan negara sebesar Rp5,9 miliar. Capaian tersebut menjadi bagian dari rekam jejak pengabdiannya dalam menjalankan tugas di bidang penegakan hukum dan pemulihan keuangan negara.
Yuliana merupakan alumni Hukum Fakultas Universitas Trisakti. Latar belakang pendidikan hukum tersebut menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya hingga dipercaya menduduki berbagai jabatan di lingkungan Kejaksaan.
Kepergian Yuliana Sagala menjadi kehilangan bagi institusi Kejaksaan, terutama bagi rekan-rekan yang pernah bertugas bersama almarhumah di berbagai daerah penugasan.
Semasa hidupnya, Yuliana telah menorehkan perjalanan pengabdian melalui sejumlah jabatan strategis. Dedikasinya selama berkarier di Korps Adhyaksa menjadi bagian dari catatan perjalanan seorang jaksa yang pernah dipercaya mengemban tanggung jawab di tingkat daerah hingga kejaksaan tinggi.