METROHEADLINE.NET, Jakarta – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Troy Harold Yohanes Pantouw. Di tengah prosesi pemakaman di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026), putra sulung almarhum, Romeo Matthew Pantouw, mengenang sosok sang ayah sebagai pribadi yang inspiratif, penuh kasih, serta selalu memberikan dukungan bagi keluarga.
Romeo menuturkan, ayahnya merupakan sosok yang sangat menguasai bidang komunikasi dan menjadi panutan dalam perjalanan akademik maupun kariernya. Sebagai mahasiswa pascasarjana ilmu komunikasi, ia mengaku banyak belajar dari pengalaman dan dedikasi sang ayah.
“Beliau sangat handal di bidang komunikasi. Saya sendiri dengan latar belakang komunikasi sangat terinspirasi dengan apa yang beliau lakukan, baik dalam pekerjaannya di Otorita IKN, pelayanannya di gereja, maupun dalam keluarga,” ujar Romeo kepada wartawan.
Menurutnya, almarhum tidak hanya menjalankan tugas sebagai pejabat publik, tetapi juga menjadi ayah yang selalu hadir untuk mendampingi dan mendorong anak-anaknya meraih cita-cita.
Romeo berharap nilai-nilai positif yang diwariskan sang ayah dapat terus ia lanjutkan sebagai bagian dari legasi kehidupan yang ditinggalkan.
“Harapan saya, saya bisa meneruskan legasi yang ayah berikan, buah-buah yang positif dan baik untuk masa depan,” katanya.
Ia mengungkapkan kedekatan hubungan keluarga terlihat dari berbagai aktivitas yang kerap dilakukan bersama. Romeo mengaku beberapa kali tampil bersama ayahnya sebagai pembicara dalam berbagai forum yang membahas komunikasi hingga perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
“Kami sering berkolaborasi. Saya, ayah, dan adik saya pernah menjadi pembicara dalam acara yang sama, membahas komunikasi maupun AI. Itu menjadi pengalaman yang sangat berharga,” ungkapnya.
Tak hanya kepada dirinya, Romeo mengatakan sang ayah juga selalu memberikan perhatian penuh kepada adiknya, Roger, yang saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi Akademi Militer (Akmil).
“Ayah selalu memberikan semangat kepada adik saya untuk rajin berlatih fisik maupun mempersiapkan akademiknya. Beliau benar-benar sosok yang sangat suportif terhadap semua kegiatan, hobi, dan masa depan anak-anaknya,” tuturnya.
Terkait kondisi kesehatan almarhum sebelum meninggal dunia, Romeo menjelaskan bahwa sang ayah tidak memiliki riwayat penyakit serius. Menurutnya, Troy hanya memiliki tekanan darah tinggi yang selama ini dapat dikendalikan dengan rutin mengonsumsi obat.
“Memang ada darah tinggi, tetapi terkontrol dengan obat yang diminum setiap hari. Beberapa hari terakhir beliau sempat mengalami flu dan kurang enak badan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Romeo juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Otorita IKN yang dinilai memberikan perhatian dan dukungan penuh kepada keluarganya sejak almarhum dinyatakan meninggal dunia.
Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang terus mendampingi keluarga sejak hari pertama hingga proses pemakaman berlangsung.
“Kami merasa sangat tersupport oleh keluarga besar OIKN. Pak Basuki hadir sejak hari Jumat, Sabtu, hingga Minggu bersama jajaran deputi. Kehadiran mereka benar-benar menguatkan saya, ibu, dan adik saya di masa-masa yang sangat sulit ini,” katanya.
Romeo menilai perhatian yang diberikan jajaran Otorita IKN menunjukkan bahwa keluarganya masih dianggap sebagai bagian dari keluarga besar institusi tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi Pak Basuki karena begitu suportif dan tetap menganggap kami sebagai keluarga besar Otorita Ibu Kota Nusantara,” pungkasnya.***