METROHEADLINE.NET , Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan dunia usaha dan berbagai pihak untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah di Jakarta.

Pramono menegaskan bahwa penanganan sampah memerlukan model kerja yang sama yang efektif, terukur dan transparan, terutama karena Jakarta menangani persoalan produksi sampah setiap hari dalam jumlah besar.
Hal tersebut disampaikan Pramono dalam Perayaannya pada Forum Local Hero Indonesia “From Campaign to Collaboration: Memperkuat Kemitraan Multi-Stakeholder untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan” di Balai Kota Jakarta, Senin (31/8/2026).
Menurut Pramono, pemerintah perlu membuka ruang bagi pihak-pihak yang memiliki kemampuan, teknologi maupun pengalaman dalam pengelolaan sampah untuk bekerja sama membangun sistem yang lebih baik.
“Ini menjadi ruang-ruang kita bekerja sama dengan siapa pun yang bisa menjadi kontraktor,” ujar Pramono.
Ia menekankan bahwa kerja sama tersebut harus dilaksanakan dengan prinsip transparansi.
Pramono menilai keterlibatan operator maupun kontraktor dapat menjadi salah satu pilihan dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah, termasuk dalam transportasi dan pengolahan.
Ia juga menunjukkan pentingnya membangun sistem yang memiliki pola kerja yang jelas dan mampu menyesuaikan dengan kapasitas fasilitas pengolahan sampah.
Menurutnya, Jakarta membutuhkan pengelolaan yang tidak hanya mengandalkan satu pendekatan. Berbagai metode dan skema kerja sama perlu dikaji untuk menemukan sistem yang paling efektif.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga mengapresiasi para penggerak lingkungan berbasis komunitas yang selama ini telah membantu pemerintah mengurangi permasalahan sampah di tingkat masyarakat.
Ia menilai masyarakat sangat penting karena perubahan sistem pengelolaan sampah harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat.
Pengurangan dan pemilahan sampah dari rumah tangga, penyimpanan sampah bank, pengelolaan sampah organik serta pengembangan fasilitas pengolahan menjadi bagian yang harus berjalan secara terintegrasi.
Pramono juga mengajak seluruh pihak memberikan masukan dan gagasan kepada pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah memerlukan dukungan berbagai elemen untuk memastikan kebijakan pengelolaan sampah berjalan secara efektif.
“Bagaimana ini bisa berjalan dengan baik akan menjadi permasalahan bagi Jakarta,” katanya.
Oleh karena itu, Pramono menilai forum yang mempertemukan pemerintah, komunitas, dunia usaha dan para penggerak lingkungan menjadi penting untuk membangun kerja sama yang lebih konkret.
Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada diskusi maupun kampanye, tetapi menghasilkan program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Yang kedua, kami lakukan secara transparan,” tegas Pramono.
Pramono optimistis jika seluruh kekuatan tersebut disatukan, Jakarta dapat memiliki sistem pengelolaan sampah yang semakin efektif.
Menurutnya, kekuatan pemerintah, komunitas, masyarakat dan dunia usaha jika dikelola melalui kolaborasi yang baik akan menjadi modal penting dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan bagi Jakarta.