Rusun TOD Manggarai Mulai Dibangun, Sediakan 1.232 Unit Hunian Dekat Stasiun

Spread the love

METROHEADLINE.NET, JAKARTA — Pembangunan rumah susun (rusun) berbasis Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, memasuki tahap awal. Prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait sebelumnya telah meninjau langsung lokasi pembangunan yang berada di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.

“Groundbreaking di Manggarai hari Jumat. Saya sudah survei dua hari lalu,” ujar Maruarar di Kantor Kementerian PKP, Jakarta Selatan, Rabu (19/8).

Rusun tersebut dirancang sebagai hunian vertikal yang terintegrasi dengan transportasi publik dan berbagai aktivitas perkotaan. Pengembangannya berlokasi di Blok F dan Blok G Kawasan Stasiun Manggarai dengan memanfaatkan aset tanah berstatus Hak Pakai PT KAI.

Total luas lahan pengembangan mencapai sekitar 21.939 meter persegi. Luasan tersebut terdiri dari Blok F sekitar 15.014 meter persegi dan Blok G sekitar 6.925 meter persegi.

Kawasan pembangunan telah sesuai dengan peruntukan Zona Perumahan Kepadatan Sangat Tinggi (R-1), sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembangunan rumah susun.

Dari aspek tata bangunan, proyek ini memperhatikan faktor keselamatan serta ketentuan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). Ketinggian bangunan dibatasi maksimal 151 meter.

Pembangunan dirancang dengan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) maksimal 55 persen dan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) maksimal 11. Bangunan juga direncanakan memiliki ketinggian hingga maksimal 36 lantai.

Konsep TOD menjadi salah satu keunggulan proyek tersebut. Lokasi hunian berada sekitar 400 meter dari Stasiun Manggarai dan dapat dijangkau dengan berjalan kaki sekitar empat menit.

Selain akses transportasi publik, kawasan ini juga berada dekat dengan berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial dalam radius sekitar tiga kilometer.

Secara keseluruhan, proyek tersebut akan menyediakan 1.232 unit hunian yang tersebar di tiga menara utama. Pengembangan juga dilengkapi 150 unit ruang ritel untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, dengan 72 unit berada di Blok G dan 78 unit di Blok F.

Hunian tersedia dalam tiga pilihan tipe. Tipe 28 atau studio memiliki luas sekitar 28 meter persegi dengan satu kamar tidur, satu kamar mandi, dan ruang tamu.

Kemudian Tipe 36 memiliki luas sekitar 36 meter persegi yang terdiri dari dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan ruang tamu. Sementara Tipe 45 memiliki luas sekitar 45 meter persegi dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan ruang keluarga.

Untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian, pembiayaan akan didukung melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dengan suku bunga 6 persen dan tenor hingga 40 tahun.

Pembangunan tahap awal Blok G dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026. Selanjutnya, pembangunan Blok F direncanakan mulai pada Oktober 2026.

Kehadiran rusun TOD Manggarai diharapkan dapat menghadirkan pilihan hunian vertikal yang lebih terintegrasi dengan transportasi publik sekaligus mendukung pengembangan kawasan perkotaan yang lebih efisien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *