METROHEADLINE.NET, JAKARTA – Kabar duka datang dari jajaran tokoh militer Indonesia. Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto atau yang dikenal dengan Widodo AS, meninggal dunia di Jakarta pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 21.30 WIB.
Almarhum mengembuskan napas terakhir karena sakit. Kepergiannya menjadi kehilangan bagi bangsa Indonesia, khususnya keluarga besar TNI dan TNI Angkatan Laut (AL), tempat ia mengawali perjalanan panjang pengabdiannya kepada negara.
Widodo AS merupakan Panglima TNI periode 2004–2009. Ia mencatatkan sejarah sebagai perwira pertama dari matra Angkatan Laut yang menjabat sebagai Panglima TNI.
Sebelum menduduki posisi tersebut, Widodo AS memiliki rekam jejak panjang dalam kepemimpinan militer. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) pada 1998 dan Wakil Panglima TNI pada 1999.
Selain berkarier di lingkungan militer, Widodo AS juga dipercaya mengemban sejumlah jabatan penting di pemerintahan. Ia menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) pada periode 2004–2009.
Setelah menyelesaikan tugasnya di pemerintahan, Widodo AS kembali dipercaya mengabdi kepada negara melalui Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada periode 2009–2014.
Laksamana (Purn) Widodo AS lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 1 Agustus 1944. Perjalanan kariernya di bidang militer dan pemerintahan menempatkannya sebagai salah satu tokoh nasional yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang pertahanan dan keamanan.
Informasi mengenai kabar duka tersebut menyebutkan bahwa rumah duka berada di Jalan Gading Raya 1 Blok D Nomor 14, RT 007/RW 05, Kompleks TNI Angkatan Laut, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.
Kepergian Widodo AS meninggalkan catatan pengabdian panjang bagi Indonesia, baik dalam bidang pertahanan maupun pemerintahan. Kiprahnya sebagai Panglima TNI dari matra Angkatan Laut menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah kepemimpinan TNI.