METROHEADLINE.NET , Jakarta – Kejuaraan Pencak Silat Sobat Gas Championship di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (10/10/2026), menjadi salah satu upaya mendorong pelestarian seni bela diri tradisional sekaligus membangun karakter generasi muda melalui olahraga dan budaya warisan nenek moyang bangsa.
Gus Ahmad Suhadi atau Gus Hadi yang biasa ditemui dalam masyarakat pembukaan kejuaraan tersebut, menegaskan bahwa pencak silat tidak hanya berfungsi untuk mengembangkan kemampuan bela diri dan meraih prestasi, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta mentalitas positif di kalangan anak muda.
Menurut Gus Hadi, pencak silat merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Oleh karena itu, kejuaraan seperti Sobat Gas Championship diharapkan mampu menjadi sarana bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan minat, bakat, serta potensi mereka secara positif.
Ia menilai, pengembangan pencak silat di kalangan generasi muda semakin relevan di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi anak-anak saat ini. Mulai dari persoalan pembentukan karakter, kebiasaan menghabiskan waktu dengan permainan digital, tawuran, hingga risiko terjerumus ke dalam doktrin obat-obatan terlarang.
“Pencak silat ini merupakan seni bela diri sekaligus warisan leluhur kita. Ini juga mencerminkan karakter bangsa yang harus dipertahankan. Melalui pencak silat, anak-anak muda dapat menyalurkan minat dan bakatnya untuk meraih prestasi,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (10/10/2026).
Ia berharap, pelatihan pencak silat dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan positif bagi generasi muda. Dengan mengikuti latihan dan kompetisi secara terarah, para peserta tidak hanya memperoleh kemampuan teknis dalam berkompetisi, tetapi juga belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, sportivitas, dan penghormatan terhadap sesama.
Bagi Gus Hadi, pencak silat harus ditempatkan sebagai bagian dari proses pendidikan karakter yang berkelanjutan. Dengan demikian, manfaatnya tidak berhenti ketika pertandingan selesai, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Diikuti Peserta dari 15 Provinsi
Dalam keterangannya, Gus Hadi menyampaikan bahwa Sobat Gas Championship diselenggarakan dalam skala nasional dan diikuti peserta dari 15 provinsi. Kejuaraan ini melibatkan berbagai kelompok usia dan jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga pelajar.
Besarnya cakupan peserta tersebut menunjukkan bahwa pencak silat masih memiliki daya tarik yang kuat di kalangan generasi muda. Kejuaraan ini sekaligus membuka ruang bagi para atlet untuk mengukur kemampuan, memperoleh pengalaman bertanding, dan membangun mental kompetitif secara sehat.
Antusiasme peserta, kata Gus Hadi, sudah terlihat sejak sehari sebelum pembukaan. Saat meninjau persiapan pada Jumat (9/10/2026), ia melihat sejumlah peserta telah datang lebih awal untuk mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.
“Antusiasmenya luar biasa. Sehari sebelum pembukaan, ketika saya melihat persiapan, sudah banyak peserta yang hadir lebih awal untuk mempersiapkan pertandingan pada hari berikutnya,” ungkapnya.
Antusiasme tersebut menjadi dorongan bagi penyelenggara untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan kejuaraan. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antarpesilat dari berbagai daerah sekaligus memperkuat semangat persatuan melalui olahraga tradisional Indonesia.
Peserta Keselamatan Menjadi Prioritas
Di balik semangat kompetisi dan upaya mengejar prestasi, Gus Hadi mengingatkan bahwa keselamatan peserta harus tetap menjadi prioritas utama selama kejuaraan berlangsung.
Ia berharap seluruh atlet dapat mengikuti pertandingan dengan kondisi sehat dan kembali tanpa mengalami cedera. Menurutnya, keberhasilan suatu kejuaraan tidak semata-mata diukur dari jumlah medali atau gelar juara yang diraih, tetapi juga dari kemampuan penyelenggara memastikan acara berlangsung dengan aman.
“Saya sangat berharap keselamatan menjadi hal yang utama. Sebelum dan sesudah pertandingan, seluruh peserta harus tetap sehat walafiat dan tidak mengalami luka atau cedera,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pencak silat merupakan olahraga yang membutuhkan kesiapan fisik, pengendalian diri, serta kepatuhan terhadap aturan pertandingan. Oleh karena itu, seluruh pihak yang diharapkan dapat menjaga sportivitas dan mengutamakan keselamatan selama kompetisi berlangsung.
Gus Hadi juga berharap para peserta mampu membawa pulang pengalaman dan prestasi yang memberikan manfaat, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat.
Berkomitmen Digelar Setiap Tahun
Lebih jauh lagi, Gus Hadi menyampaikan harapannya agar Sobat Gas Championship dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan. Ia menegaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan filosofi Sobat Gas, yakni kebersamaan yang membawa manfaat bagi banyak pihak.
Dengan semangat tersebut, penyelenggaraan kejuaraan direncanakan menjadi agenda tahunan dengan cakupan nasional. Evaluasi dan inovasi juga akan terus dilakukan agar kegiatan ini berkembang serta memberikan dampak yang lebih luas.
“Filosofi Sobat Gas bersama dan bermanfaat. Insyaallah, setiap tahun kita akan mengadakan event ini untuk tingkat nasional dan terus melakukan inovasi,” kata Gus Hadi.
Ia menjelaskan, manfaat kejuaraan diharapkan tidak hanya dirasakan oleh para atlet dan peserta pertandingan. Kegiatan berskala nasional juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus membuka ruang bagi pengenalan dan pelestarian kebudayaan kepada masyarakat.
Kehadiran peserta, pendamping, pelatih, serta keluarga atlet dari berbagai daerah dapat menciptakan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi kegiatan. Di sisi lain, penyelenggaraan kejuaraan juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan pencak silat sebagai bagian dari identitas budaya bangsa kepada generasi yang lebih luas.
Oleh karena itu, penyelenggaraan inovasi menjadi salah satu aspek penting agar Sobat Gas Championship tidak sekadar menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga berkembang menjadi kegiatan yang memiliki nilai sosial, budaya, dan ekonomi.
Pencak Silat sebagai Investasi Karakter Bangsa
Penyelenggaraan Sobat Gas Championship di GOR Ciracas menjadi momentum untuk kembalinya tekanan pentingnya pelatihan olahraga tradisional di tengah perubahan gaya hidup generasi muda.
Pencak silat memiliki keunggulan karena memadukan keterampilan fisik dengan nilai-nilai pengendalian diri, penghormatan, keberanian, dan kedisiplinan. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi bekal bagi anak-anak dan remaja dalam menghadapi tantangan kehidupan di luar arena pertandingan.
Melalui kompetisi yang terarah, para peserta juga dapat belajar menerima kemenangan dengan rendah hati dan menghadapi kekalahan secara sportif. Proses tersebut merupakan bagian penting dari pembentukan mental yang tidak selalu dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.
Kejuaraan ini sekaligus diharapkan mendorong orang tua, sekolah, pelatih, dan masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan olahraga yang membangun karakter. Dengan pendampingan yang tepat, potensi generasi muda dapat diarahkan menuju aktivitas produktif dan prestasi yang memuaskan.
Gus Hadi berharap Sobat Gas Championship terus berkembang menjadi wadah pelatihan atlet sekaligus sarana menjaga keberlangsungan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia.
Dengan komitmen penyelenggaraan secara berkelanjutan, kejuaraan tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi, memperluas kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa, serta menumbuhkan karakter positif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Lebih dari sekedar pertandingan, Sobat Gas Championship diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mempersiapkan generasi muda yang sehat, disiplin, berkarakter, dan mampu mengharumkan nama daerah maupun Indonesia melalui pencak silat.(Fahmi Siregar)***