Penguatan Kapasitas HAM, Jimmy Fajar Ajak Masyarakat Hormati Hak Orang Lain dalam Kehidupan Sehari-hari

Spread the love
Jimmy Fajar dalam kegiatan Penguatan Kapasitas HAM Bagi Masyarakat bertema “Peran Aktif Masyarakat dalam Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan Hak Asasi Manusia (P5HAM)”

METROHEADLINE.NET , Jakarta – Penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM) tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga harus dimulai dari sikap dan perilaku dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan pemateri Jimmy Fajar dalam kegiatan Penguatan Kapasitas HAM Bagi Masyarakat bertajuk “Peran Aktif Masyarakat dalam Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan Hak Asasi Manusia (P5HAM)” yang berlangsung di Puri Mega Hotel, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).

Dalam paparannya, Jimmy Fajar menjelaskan bahwa berbagai persoalan HAM sering muncul dari hal-hal sederhana yang sering dianggap sepele. Salah satunya adalah kasus perundungan (bullying) yang masih banyak terjadi di lingkungan sekolah.

Menurutnya, orang tua memiliki peran penting dalam menyelesaikan permasalahan tersebut secara bijaksana. Ia mengingatkan agar orang tua tidak langsung terpancing emosi ketika mendapat laporan mengenai anaknya, melainkan memberikan pelatihan dan pendidikan agar anak memahami pentingnya menghormati hak orang lain.

“Bullying merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Oleh karena itu, anak-anak harus dibimbing agar menghargai sesamanya dan tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain,” ujar Ketua Pusat Pendampingan dan Pemberdayaan Masyarakat Jakarta (P3MJ) itu. 

Selain itu, Jimmy juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap hak orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mencontohkan kebiasaan memutar musik dengan suara keras hingga larut malam yang dapat mengganggu waktu istirahat warga sekitar.

Menurutnya, setiap orang memiliki hak untuk menikmati ketenangan dan beristirahat, sehingga setiap warga perlu menjaga sikap saling menghormati demi menciptakan lingkungan yang harmonis.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti aktivitas para pedagang agar tetap memperhatikan hak pejalan kaki dengan tidak menggunakan fasilitas secara sembarangan sehingga menghambat akses masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Jimmy juga mengingatkan pentingnya etika dalam menggunakan media sosial. Ia menilai masih banyak pengguna media sosial yang dengan mudah memberikan komentar bernada menghina, mengejek, maupun mencaci unggahan orang lain.

Padahal, lebih lanjutnya, setiap orang memiliki hak untuk mengekspresikan diri selama tidak melanggar aturan. Oleh karena itu, masyarakat diminta lebih bijak menggunakan media sosial dan menjadikan ruang digital sebagai sarana menyebarkan hal-hal yang positif.

Mari gunakan jempol kita untuk menyampaikan kebaikan, bukan untuk menyakiti atau merendahkan orang lain. Menghormati HAM dimulai dari perilaku kecil yang kita lakukan setiap hari, pesannya.

Melalui kegiatan Penguatan Kapasitas HAM ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa penghormatan, perlindungan, pemeliharaan, penegakan, dan pemajuan HAM bukan hanya tugas negara, melainkan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *