Blitar, Metroheadline.net – Program Bangga Kencana terus dilakukan oleh Pemerintah Pusat dengan tujuan untuk mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera. Peran orang tua dalam keluarga diharapkan bisa memperhatikan keluarganya sendiri mulai dari pendidikan hingga persiapan pernikahan anak-anaknya. Hal tersebut diutarakan Sekdis PPKBP3A Kabupaten Blitar, Yukhanit Setyani, SE,
“Keluarga merupakan tempat pertama pendidikan bagi anak-anak kita. Oleh karena itu untuk mewujudkan keluarga yang benar-benar bahagia itu harus sangat diperhatikan bagaimana periapan pernikahan anak-anak kita, bagaimana anak-anak kita ketika sudah menikah, apakah sudah siap dengan ekonomi dan lain-lainnya,” ujar Yukhanit.
Menurutnya, orang tua wajib melakukan pengawasan terhadap kehidupan anak-anaknya, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat kurangnya pengawasan. “Jangan sampai anak kita menikah dengan usia yang belum cukup. Tahun 2024, orang tua di Blitar yang meminta dispensasi anak-anaknya menikah sebanyak 210 permintaan, hampir semuanya sudah hamil akibat kurangnya pengawasan kepada anak-anak kita. Ada beberapa anaknya yang perempuan masih 14 tahun dan anak laki-laki nya masih 16 tahun,” ungkapnya.
Anggota DPR RI Komisi IX, Nurhadi, S.Pd., M.H menegaskan bahwa dalam program Bangga Kencana, anjuran mengikuti KB bukan hanya kepada wanita saja tetapi laki-laki juga perlu ikut KB. Ia juga menekankan pentingnya perencanaan dalam keluarga dan melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya yang masih remaja.
“Saya meminta kepada orang tua yang memiliki anak remaja, tolong diawasi terutama remaja putri. Kalau di Blitar masih ada pernikahan di usia muda, maka stunting akan sulit untuk diatasi. Jika masih ada anak yang stunting maka generasi di masa depan masih banyak yang tidak berkualitas,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra Maria Ernawati, MM menjelaskan, Kemendukbangga/BKKBN memiliki tugas dari pemerintah terkait kependudukan dan pembangunan keluarga. Tujuan pemerintah dalam mengatur kependudukan untuk mewujudkan SDM yang berkualitas, yaitu yang dapat melahirkan keluarga yang bahagia dan ekonomi yang mandiri.
“Tentu saja kita menginginkan seluruh anggota keluarga yang sehat. Untuk mencapai tujuan tersebut, kami mempunyai program Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), program Bina Keluarga Lansia (BKL) dan program sekolah lansia tangguh. Orang tua perlu diberikan pendampingan agar orang tua tidak membebankan negara,” tutupnya. (red)












