METROHEADLINE.NET , Jakarta – Prosesi pemakaman Letjen TNI Mar (Purn) Suharto berlangsung dengan penuh khidmat di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu (19/4/2026). Upacara militer digelar sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara, khususnya melalui Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Sejak pagi hari, suasana di TMP Kalibata dipenuhi nuansa duka. Keluarga, kerabat, serta jajaran prajurit TNI hadir untuk mengantarkan kepergian salah satu putra terbaik bangsa tersebut ke tempat peristirahatan terakhir. Prosesi berlangsung secara tertib dan penuh penghormatan, ditandai dengan penghormatan militer yang mengiringi pemakaman.

Almarhum dikenal sebagai sosok prajurit tangguh yang memiliki perjalanan karir panjang dan cemerlang di lingkungan Korps Marinir. Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1969, yang menjadi awal pengabdiannya sebagai perwira TNI AL. Sejak itu, berbagai pengugasan penting telah ia jalani, membentuk karakter kepemimpinan yang tegas, disiplin, dan menyelamatkan tinggi.

Dalam perjalanan kariernya, Letjen TNI Mar (Purn) Suharto pernah menjabat sebagai Gubernur Akademi Angkatan Laut pada periode 1995–1996. Di posisi tersebut, ia berperan penting dalam membina dan mencetak calon-calon perwira TNI AL yang profesional dan berintegritas. Kepemimpinannya dikenal mampu menanamkan nilai-nilai kedisiplinan serta semangat pengabdian kepada para taruna.
Puncak karier militernya terjadi ketika ia dipercaya menjabat sebagai Komandan Korps Marinir (Dankormar) pada periode 1996–1999. Di bawah kepemimpinannya, Korps Marinir mengalami berbagai penguatan, baik dari sisi organisasi maupun profesionalisme prajurit. Ia dikenal sebagai pemimpin yang tidak hanya tegas dalam mengambil keputusan, tetapi juga dekat dengan anggota di lapangan.

Setelah menuntaskan dicantumkan sebagai Dankormar, almarhum kembali dipercaya mengemban jabatan strategis sebagai Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan dan Keamanan pada tahun 1999. Posisi tersebut menjadi penutup dari perjalanan panjang pengabdiannya di dunia militer, sekaligus menunjukkan kepercayaan negara terhadap integritas dan kapasitasnya sebagai perwira tinggi.
Kepergian Letjen TNI Mar (Purn) Suharto meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar TNI, khususnya Korps Marinir. Sosoknya dikenang sebagai pemimpin yang memiliki komitmen kuat terhadap tugas, menjunjung kehormatan tinggi, serta selalu mengedepankan kepentingan bangsa di atas segalanya.
Doa-doa terus mengalir dari berbagai kalangan yang turut berduka cita. Pengabdian dan dedikasi yang telah ia berikan sepanjang hidupnya menjadi warisan berharga bagi generasi penerus TNI. Semangat juang dan keteladanan almarhum diharapkan terus hidup dalam setiap langkah prajurit yang melanjutkan tugas menjaga kedaulatan negara.***












