METROHEADLINE.NET, Pati – Suasana penuh khidmat dan haru mewarnai pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati pada Sabtu pagi, 21 Maret 2026.
Sejak pukul 06.00 WIB, ratusan warga binaan pemasyarakatan telah memadati Masjid At-Taubah untuk menunaikan ibadah Sholat Idul Fitri dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Momen ini menjadi salah satu yang paling dinantikan, sebagai wujud kebersamaan sekaligus refleksi diri setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan.
Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz H. Muhammad Rohim Al Hafidz, Lc., menyampaikan khutbah yang sarat makna. Dalam pesannya, ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperbaiki diri dan mempererat hubungan antarsesama.
“Idul Fitri bukan sekadar kembali suci, tetapi juga saat yang tepat untuk memperbaiki hubungan dengan sesama serta memperkuat tekad menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya di hadapan para jamaah.
Ia juga berharap nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama Ramadan dapat terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat warga binaan kembali ke tengah masyarakat nantinya.
Usai pelaksanaan sholat, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri kepada 215 warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif. Momen ini disambut penuh antusias karena menjadi simbol harapan baru bagi mereka.
Penyerahan remisi dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Suprihadi, bersama jajaran pejabat struktural. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan serta pemenuhan hak warga binaan secara adil dan transparan.
Selanjutnya, Surat Keputusan (SK) Remisi dibacakan oleh Plh. Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja), Fakhurrahman.
Dalam keterangannya, Suprihadi menegaskan bahwa pelaksanaan Sholat Idul Fitri dan pemberian remisi merupakan bagian penting dari proses pembinaan di dalam lapas.
“Momentum Idul Fitri ini menjadi sarana untuk memperkuat keimanan dan kebersamaan. Kami berharap nilai-nilai yang diperoleh hari ini dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk berubah ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemberian remisi merupakan bentuk apresiasi negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perilaku positif selama menjalani masa pidana.
“Remisi adalah hak bagi mereka yang memenuhi syarat. Ini diharapkan menjadi motivasi agar seluruh warga binaan terus berperilaku baik, aktif mengikuti program pembinaan, serta mempersiapkan diri kembali ke masyarakat,” pungkasnya.
Dengan suasana penuh kehangatan dan harapan, peringatan Idul Fitri di Lapas Kelas IIB Pati tahun ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.***












