METROHEADLINE.NET, Semarang – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–Daerah Istimewa Yogyakarta terus menggenjot perbaikan jalan nasional, khususnya di jalur Pantai Utara (Pantura), guna memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Kepala BBPJN Jateng-DIY, M. Iqbal Tamher, menyampaikan bahwa seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada H-10 Idulfitri agar dapat menunjang kenyamanan dan keselamatan para pemudik yang melintasi wilayah Jawa Tengah dan DIY.
Menurutnya, sejumlah titik prioritas perbaikan berada di wilayah Pekalongan, Pemalang, Batang, Kendal, hingga ruas Kaligawe di Semarang. Beberapa lokasi tersebut sebelumnya menjadi sorotan akibat kondisi jalan yang rusak, namun kini telah dalam tahap penanganan intensif.
“Kami fokus pada jalur Pantura yang menjadi urat nadi arus mudik. Perbaikan terus dipercepat, terutama di titik-titik yang sempat viral karena kerusakan,” ujarnya, seperti dilansir Jumat (27/2/2026).
Salah satu proyek utama berada di ruas Kaligawe, jalur strategis yang menghubungkan Semarang–Demak. Pada titik ini dilakukan peninggian jalan setinggi satu meter sepanjang 700 meter ke arah Demak, dengan progres pengerjaan telah mencapai sekitar 60 persen.
Pekerjaan pengecoran rigid beton, baik di jalur cepat maupun lambat, juga telah berjalan dan ditargetkan dapat difungsikan pada 11 Maret 2026 atau H-10 Lebaran.
Iqbal menjelaskan, proyek di Kaligawe memiliki total panjang penanganan 1,1 kilometer yang dikerjakan dalam dua tahap. Sisa pengerjaan untuk arah Kota Semarang direncanakan dilanjutkan setelah Lebaran, sekitar pertengahan April 2026.
Dalam pelaksanaannya, BBPJN turut berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait pengaturan lalu lintas, mengingat pekerjaan dilakukan tanpa penutupan total jalan agar mobilitas tetap berjalan.
“Kalau bisa ditutup total tentu lebih cepat selesai, tetapi kondisi lalu lintas tidak memungkinkan. Maka kami atur agar pekerjaan tetap berjalan tanpa mengganggu arus kendaraan secara signifikan,” jelasnya.
Di tengah tantangan cuaca dengan intensitas hujan yang masih tinggi, pihaknya memastikan kesiapan alat, material, serta tenaga kerja tetap optimal. Berbagai langkah antisipasi juga telah disiapkan oleh Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional agar target penyelesaian tidak meleset.
BBPJN berharap kondisi cuaca ke depan semakin bersahabat sehingga proses pengerjaan dapat berlangsung maksimal dan seluruh jalur Pantura siap digunakan secara optimal saat puncak arus mudik Lebaran.***












