METROHEADLINE.NET , Jakarta Pusat – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau langsung pelaksanaan Program Bedah Rumah Prabowo di RW 008, Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (28/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program yang disusun ulang rumah tidak layak huni berjalan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Maruarar menyambangi sejumlah rumah warga yang menjadi calon penerima bantuan. Ia melihat secara langsung kondisi hunian yang dinilai memprihatinkan sekaligus berdialog dengan warga mengenai kebutuhan mereka. Menurutnya, negara harus hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang selama puluhan tahun tinggal di rumah yang tidak layak.

“Program ini sangat menyentuh rakyat. Warga yang kami temui mengaku bahagia dan terharu karena selama puluhan tahun belum pernah mendapatkan bantuan seperti ini. Negara hadir untuk memberikan tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan layak,” ujar Maruarar.

Ia mengapresiasi kerja cepat jajaran pemerintah daerah, mulai dari tingkat RW, RT, kelurahan, kecamatan hingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dinilai mampu bersinergi dalam mempercepat pelaksanaan program tersebut. Maruarar juga memberikan penghargaan kepada jajaran Kementerian PKP yang dinilainya bekerja dengan penuh dedikasi dalam merealisasikan berbagai program perumahan.
Pemerintah pada tahun 2026 menargetkan perbaikan sebanyak 400 ribu unit rumah tidak layak huni di seluruh Indonesia. Angka tersebut meningkat drastis dibandingkan kemampuan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 45 ribu unit. Peningkatan target itu menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mempercepat penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat.
Selain meninjau rumah warga, Menteri PKP juga menyampaikan bahwa pemerintah akan memperbaiki sejumlah fasilitas umum di lingkungan tersebut, termasuk balai warga agar dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan masyarakat yang lebih representatif.
Pada kesempatan yang sama, Maruarar mengungkapkan bahwa pemerintah juga meningkatkan alokasi pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun. Skema pembiayaan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran pelaku UMKM, kontraktor, dan pengembang lokal dalam mendukung pembangunan sektor perumahan melalui bunga pinjaman yang disubsidi pemerintah.
Program Bedah Rumah Prabowo merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap perumahan yang layak, sekaligus mendukung penataan kawasan organisasi yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan. Selain menetapkan rumah tidak layak huni, pemerintah juga terus mendorong pembangunan rumah subsidi bagi pembangunan masyarakat rendah, rumah susun, penataan kawasan kumuh, serta pengembangan berbagai skema pembiayaan perumahan yang lebih mudah menjangkau masyarakat.
Turut mendampingi Menteri PKP dalam kegiatan tersebut, Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Fitrah Nur, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Eric Phahlevi Zakaria Lumbun, Kepala Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jakarta Pusat Dedi Arif Darsono, Camat Menteng Nurhelmi Savitri, Lurah Kebon Sirih Henny Mahrojah, serta jajaran pejabat Kementerian PKP dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Melalui program ini, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati rumah yang layak huni, sehingga kualitas hidup warga meningkat sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan di sektor perumahan di seluruh Indonesia.***