Foto: Andi Gani Nena Wea, Presiden KSPSI saat menghadiri acara Kongres III KPBI
METROHEADLINE.NET , Jakarta – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menegaskan pentingnya gerakan buruh dalam menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan nasional.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Kongres III Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) yang digelar di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Minggu (7/6/2026).
Dalam sambutannya, Andi Gani menyampaikan apresiasi kepada para delegasi dan tokoh buruh yang hadir dari berbagai organisasi serikat pekerja.
Ia menekankan bahwa soliditas antarorganisasi buruh menjadi kunci utama dalam memperjuangkan kepentingan pekerja di tengah dinamika industri dan regulasi ketenagakerjaan.
“Yang paling penting jangan sampai ada perpecahan di antara kita. Gerakan buruh harus tetap solid,” ujar Andi Gani di hadapan peserta kongres.

Ia juga menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari implementasi kebijakan ketenagakerjaan hingga isu industri yang dinilai berdampak langsung terhadap kesejahteraan pekerja. Salah satu yang menjadi perhatian adalah distribusi dan ketersediaan gas industri yang menurutnya berdampak pada sektor manufaktur seperti industri keramik dan sepatu.
Selain itu, Andi Gani menyampaikan harapan agar pemerintah segera menanggapi berbagai permasalahan yang disampaikan serikat pekerja, termasuk percepatan penyelesaian regulasi yang terkait dengan ketenagakerjaan dan industri.
Dalam forum tersebut, ia juga menekankan pentingnya komunikasi antara serikat buruh dengan pemerintah serta menjaga independensi gerakan buruh di luar struktur kekuasaan. Ia menegaskan bahwa perjuangan buruh harus berjalan secara konsisten dan tidak kehilangan arah.
Acara Kongres III KPBI ini turut menampilkan sejumlah gerakan tokoh buruh dan perwakilan serikat pekerja dari berbagai daerah. Kongres tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam memperkuat arah perjuangan buruh ke depan.
Sementara itu, suasana kongres berlangsung hangat dan penuh semangat diskusi, dengan berbagai isu ketenagakerjaan menjadi fokus pembahasan utama para peserta.***