Jakarta, Metroheadline.net – Warga binaan para narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Jakarta, Pondok Bambu, Jakarta Timur Gratis atau tidak bayar, dan tidak ada pungutan liar (Pungli). Kalau ada keluarga warga binaan para narapidana dipungut biaya apapun, segera laporkan, jelasnya.
Dihimbau keluarga binaan para narapidana di Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta, Pondok Bambu, Jaktim, segera tau berita publik tersebut, setelah keluar, baru mencuat berita punglinya ke publik dan tercatat namanya.
Lagi rame berita publik meresahkan keluarga Narapidana akibat dugaan pungli puluhan juta bahkan ratusan juta. Ini tidak aneh lagi, dan sudah berakar selama ini, seharusnya semua petugas di rotasi dari mulai penjaga, staf, dan karyawan supaya bersih punglinya.

“Jangan dipelihara karyawan atau oknum yang diduga melakukan pungli di Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta, Pondok Bambu, Jaktim, ujar, sumber.
Netty Saraswati, Bc.IP.SH. MSi, Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Jakarta, Pondok Bambu, Jakarta Timur, membantah ada indikasi dugaan pungli tersebut, “itu tidak ada, tidak benar ada pungli narapidana” kalau ada kasih tau, sewa kamar gratis dan tidak bayar jelasnya, Kamis, (29/10/2026).
Netty Saraswati, lahir tanggal 25 Desember 1968, sekarang berumur 58 tahun.
Berdasarkan data, 305 jumlah Narapidana dipenjara di Lapas Perempuan Kelas II A Jakarta, Pondok Bambu, Jaktim, hingga saat ini tahun 2026, dengan jumlah kamar 37.
Berdasarkan kapasitas kamar, bervariasi tidak serupa, sama isi per kamar, ada 1 kamar, kapasitas paling banyak 16 orang, ada yang isi sekamar 6 orang, ada 14 orang, ada 8 dan 4 orang.
Dari penghuni Narapidana dipenjara di Lapas Perempuan Kelas II A Jakarta, Pondok Bambu, Jaktim sudah over load ( kelebihan kapasitas), kalau dihitung dari jumlah kapasitas narapidana di Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta, Pondok Bambu, Jaktim.
Selain itu, Fasilitas Wartel, di Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta, Pondok Bambu, Jaktim, di sediakan di dalam Lapas, setiap pengguna para Narapidana untuk menghubungi para keluarganya, dikenakan biaya sebesar Rp1.000 per menit, dan mereka paling lama 15 menit, sangat terbatas menggunakannya, yang dikelola pihak ketiga, jelasnya.
Herlan Suherman, Kepala Bagian Tata Usaha, Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta, Pondok Bambu, Jaktim, menjelaskan, bahwa setiap Narapidana dipenjara Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta, Pondok Bambu, Jaktim, selalu di Bina dan dilatih, agar para napi bisa baradaptasi bermasyarakat kembali dengan warga biasa, bahkan sekolah PKBM dilatih dan di didik hingga sampai lulus Mahasiswa, cetusnya.
Andar Situmorang, SH, Direktur Executive, Goverment Against Corruption Discrimination ( GACD), mendesak Plt Sekretaris Ditjenpas, Dr Gun gun Gunawan, agar memeriksa Kalapas beserta jajarannya di Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta, Pondok Bambu, Jaktim, yang terlibat dugaan pungli dengan penjagaan ketat.
Ketika di ajak Media, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta, Pondok Bambu, Jaktim, Netty Saraswaty, untuk investigasi kamar para Narapidana, dia tidak bersedia memperbolehkan, tertutup, dan beliau mengatakan harus ada ijin dari Kanwil DKI Jakarta.
Disinilah kecurigaan para media saat ada pengaduan pungli tersebut, ke media.
Saat ini lagi gencar sorotan pungli (pungutan liar) di Lapas dan di Rutan, seluruh Indonesia, yang sudah merajalela punglinya, bahkan para tahanan tidak tahan lagi merasakan, sudah dipenjara dipungli lagi oleh oknum para petugas, seperti sewa kamar, penggunaan handphone, ngantar makanan, kunjungan keluarga, nitip makanan, dan lain sebagainya.
Keluarga Narapidana tidak bisa berbuat apa apa, berserah aja, dan dia membenarkan ada pungli di Lapas ( Lembaga Pemasyarakatan) dan di Rumah Tahanan (Rutan), cuman mereka tersistem, tidak ada mau mengaku pungli ditahanan, kalau tidak di sadap dan ditangkap KPK, kalau boleh KPK pro aktif di Lapas dan Rutan, soalnya ada orang orang tertentu, yang dipakai untuk pungli, jelas sumber media.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, belum merespon tentang tugas pengawasannya untuk OTT di Lapas dan Rutan, (Red).