ACEH, Metroheadline.net — KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meresmikan 11 jembatan gantung di Aceh, Senin, 9 Maret. Jembatan itu dibangun untuk memulihkan akses warga yang terputus setelah bencana merusak infrastruktur di sejumlah wilayah
Langkah ini menjadi bagian dari kerja cepat TNI AD membangun 218 jembatan di berbagai daerah dalam waktu sekitar 2,5 bulan. Di Aceh, pembangunan difokuskan pada titik-titik yang selama ini menyulitkan mobilitas warga, terutama menuju sekolah, pasar, layanan kesehatan, dan pusat kegiatan ekonomi.
KSAD Maruli menegaskan, pembangunan jembatan gantung tidak berhenti pada urusan konstruksi. Yang dikejar adalah pulihnya pergerakan warga dan terbukanya kembali jalur ekonomi di wilayah yang sempat terisolasi.
“Jembatan bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi simbol hadirnya negara untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan dan perekonomian rakyat dapat pulih,” ujar KSAD Maruli
Sebelas jembatan itu dibangun di sejumlah titik di Aceh, antara lain Desa Ara dan Desa Blang Awe di Pidie Jaya, Sungai Lhok Kuyun, Gampong Teungoh, dan Blang Teurekan di Aceh Utara, Sungai Tamiang di Aceh Tamiang, Sungai Pante Kera di Aceh Timur, Desa Baro Yaman di Pidie, Kajeung di Aceh Barat, Kali Alas di Aceh Tenggara, serta Burni Bius di Aceh Tengah.
Di hari yang sama, di Hambalang, Bogor, Presiden Prabowo Subianto meresmikan 218 jembatan itu secara daring. Rinciannya terdiri atas 77 jembatan Bailey, 59 jembatan Armco, dan 82 jembatan perintis.