Workshop UMKM Halal dan Thoyyib di Bekasi: Chef Wahyudi dan Chef Suharna Bagikan Tips Olahan Daging Kurban Kebab hingga Sambosa

METROHEADLINE.NET , Bekasi, Duet chef dalam sesi Live Cooking Show, Wahyudi Saepuddin bersama Chef Suharna sukses menyita perhatian peserta dalam segmen penutup Workshop Scale Up bertema *“UMKM Halal dan Thoyyib, Saatnya UMKM Mendunia”* yang digelar Sabtu, 23 Mei 2026, di Sambal Wiwitan, Harapan Indah, Bekasi.

Dalam sesi bertajuk “Tips dan Trik Mengolah Daging Kurban: Kebab dan Sambosa Ala Chef Suharna”, para peserta mendapatkan edukasi langsung mengenai teknik pengolahan makanan khas Timur Tengah berbahan dasar daging kurban.

Pada kesempatan tersebut, Chef Wahyudi tampil sebagai cook helper profesional yang mendukung secara teknis memutar demo memasak. Ia aktif mempersiapkan seluruh kebutuhan workshop, mulai dari bahan kulit kebab, marinasi, tumisan, bahan pelengkap, hingga tahapan proses pembuatan kebab ala Chef Suharna.

Tak hanya itu, dalam demo pembuatan Sambosa ala Chef Suharna, Chef Wahyudi juga memastikan kesiapan bahan A untuk kulit, bahan perekat, isian, bumbu perasa, hingga teknik penggorengan berjalan sesuai standar.

Chef Wahyudi dikenal disiplin dalam menjaga operasional dapur agar berjalan sempurna. Ia juga tanggap merespons instruksi Chef Suharna secara cepat dan tepat, termasuk membantu menjelaskan proses memasak kepada peserta workshop satu per satu agar mudah dipahami.

Selain mendampingi demo memasak, Chef Wahyudi juga menjawab berbagai pertanyaan peserta dan MC, termasuk terkait penggunaan minyak goreng untuk Sambosa yang dinilai masih aman digunakan kembali apabila kulit Sambosa tertutup rapat dengan baik saat proses penggorengan.

Bagi Wahyudi Saepuddin, profesionalisme dalam dunia kuliner tidak hanya ditentukan pada kemampuan memasak, tetapi juga kemampuan menjaga solidaritas dan interaksi yang harmonis dalam tim kerja sebagai kekuatan menuju jaringan global.

Chef Wahyudi sendiri merupakan sosok yang telah mengantongi berbagai penghargaan internasional, di antaranya:

* Juara 1 Medali Emas untuk SPT Professionals Black Box pada Kejuaraan Kuliner Internasional *“Delicious Uzbekistan”* 27–29 November 2025.
* Penghargaan Emas peserta Indonesia pada Kompetisi Kuliner Internasional Korea Challenge Cup 2024.
* Juara 1 Tim Koki Profesional Internasional – Black Box pada IN2HCC 2023.

Lulusan Sarjana Tata Boga Universitas Negeri Jakarta tahun 2003–2007 tersebut juga memiliki perjalanan karir panjang di dunia kuliner. Pengalamannya dimulai sebagai Daily Worker di Mercure Resto tahun 2003, Daily Worker Aryaduta Jakarta tahun 2007, Cook di Waraku Japanese Restaurant Singapore 2007–2009, Commis Chef Aryaduta Hotel Jakarta 2009–2011, hingga menjadi Sushi Chef di Grand Hyatt sejak 2011 sampai sekarang. Ia juga menjabat sebagai Head Chef DwiJaya House of Pakubuwono sejak 2019 dan aktif sebagai instruktur kuliner.

Workshop “UMKM Halal dan Thoyyib Saatnya UMKM Mendunia” menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang industri kuliner dan kewirausahaan.

Chef Adie Miartadi membawakan tema *UMKM Halal dan Thoyyib*. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa konsep halal dan thoyyib tidak bisa dipisahkan dalam industri makanan dan minuman.

Menurutnya, masih banyak produk yang berlabel halal namun belum memenuhi unsur thoyyib. Ia mencontohkan daging yang dijual di pasaran tentu belum memiliki sertifikat halal dari rumah potong hewan, serta proses penyembelihan yang tidak sesuai syariat Islam dapat membuat produk menjadi tidak halal.

Chef Adie juga mengingatkan pentingnya penggunaan bahan baku yang sehat dan aman, termasuk menghindari penggunaan zat pewarna, pemanis, serta pengental berlebihan. Ia menilai pelaku usaha kuliner harus memperhatikan kualitas api kompor, bahan baku, hingga penggunaan bumbu dari supplier terpercaya agar mampu menembus pasar ekspor hingga puluhan negara dengan standar halal internasional.

Sementara itu, Muh Arifin mengangkat tema *UMKM Maju dan Istiqomah*. Ia membagikan perjalanan bisnisnya membangun Sambal Wiwitan bersama tiga rekannya sejak 10 November 2003.

Muh Arifin menceritakan masa-masa sulit saat membuka resto kelas C pertama di Jababeka dengan omzet di bawah Rp10 juta. Perjalanan bisnis kemudian berkembang hingga membuka cabang di Grand Wisata dengan peningkatan omzet yang signifikan.

Menurutnya, konsistensi pelayanan menjadi kunci utama. Sambal, lalapan, dan air minum yang dapat diambil sepuasnya menjadi salah satu strategi membangun loyalitas konsumen sekaligus meningkatkan nilai usaha kuliner.

Di sisi lain, Ato Sunarto membawakan tema *UMKM Mental Berjuang Menuju Mendunia*. Pengusaha yang mengelola puluhan bisnis, termasuk 16 usaha kuliner, tersebut membagikan berbagai strategi pengembangan UMKM.

Ia menilai pelaku usaha harus selera memahami pasar lokal sebelum masuk ke pasar global. Selain itu, produk yang dijual harus benar-benar dibutuhkan konsumen, memiliki kualitas baik, harga terjangkau, rasa yang enak, serta mencantumkan standar halal.

Ato juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan tempat usaha, pelayanan maksimal, penggunaan platform digital untuk pembayaran dan promosi, hingga menyediakan variasi produk sebagai alternatif pilihan konsumen.

Ketua Umum PEXITA, Elisye, dalam Berbagainya menyampaikan bahwa konsep halal dan thoyyib merupakan bagian dari perintah Allah SWT yang wajib dijalankan oleh umat Islam sebagaimana ibadah lainnya.

Menurut Elisye, kepatuhan terhadap prinsip halal dan thoyyib bukan hanya penting bagi perlindungan konsumen, tetapi juga menjadi landasan membangun daya saing UMKM Indonesia di pasar global.

Workshop ini sekaligus menjadi sarana edukasi bahwa konsep halal dan thoyyib dalam ajaran Islam merupakan pedoman menjalani pola hidup sehat dan bisnis yang jujur, sehingga mampu menghadirkan keberkahan dan ketenangan dalam usaha.

Kontributor:
Dyan Sevika
(Ketua Umum DPP Jaringan Media Nasional)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *