METROHEADLINE.NET, Jakarta – ‘Innalillahi wa inna ilaihi rojiun’. Kabar duka menyelimuti keluarga besar TNI Angkatan Laut, khususnya Korps Marinir, atas wafatnya Suharto pada Sabtu, 18 April 2026 pukul 11.10 WIB di RSPAD Gatot Soebroto.
Almarhum menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan seluruh prajurit yang pernah mengenal serta bekerja bersama beliau.
Semasa hidupnya, Letjen TNI Mar (Purn) Suharto dikenal sebagai sosok prajurit yang disiplin, tegas, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap bangsa dan negara.
Karier militernya di Korps Marinir TNI AL diwarnai dengan berbagai penugasan penting dan posisi strategis yang menunjukkan kapasitas kepemimpinan serta komitmennya dalam menjaga kedaulatan NKRI, khususnya di wilayah laut.
Ia tidak hanya dikenal sebagai perwira tinggi yang profesional, tetapi juga sebagai pemimpin yang dekat dengan prajuritnya dan mampu menjadi teladan dalam setiap tugas yang diemban.
Pengabdian panjang almarhum di dunia militer turut memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan kekuatan Korps Marinir.
Sosoknya dihormati karena ketegasan dalam prinsip, namun tetap mengedepankan sisi humanis dalam membina anak buah. Banyak prajurit yang mengenang beliau sebagai figur pemimpin yang tidak hanya memerintah, tetapi juga membimbing dan mengayomi.
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Komplek TNI AL, Jalan Gading Raya I Blok D-51, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Sejumlah pejabat TNI, sahabat, serta keluarga besar tampak hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Suasana duka terasa kental, diiringi doa-doa yang dipanjatkan untuk almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Rencananya, almarhum akan dimakamkan secara militer pada Minggu, 19 April 2026 pukul 10.00 WIB di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Prosesi pemakaman akan dipimpin langsung oleh Panglima Korps Marinir sebagai Inspektur Upacara, sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.
Kepergian Letjen TNI Mar (Purn) Suharto menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi institusi militer, tetapi juga bagi bangsa Indonesia. Dedikasi, integritas, serta semangat pengabdian yang telah beliau tunjukkan sepanjang hidupnya menjadi warisan berharga yang akan terus dikenang dan dijadikan inspirasi oleh generasi penerus. Doa terbaik pun mengalir, semoga segala amal ibadahnya diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.***












