Nasional

Yusril Ihza Mahendra Dorong Pengembangan BUMDes Berbasis Wisata Kuliner di Desa Cege

×

Yusril Ihza Mahendra Dorong Pengembangan BUMDes Berbasis Wisata Kuliner di Desa Cege

Share this article
Ilustrasi Kawasa BumDes (Istimewa)

METROHEADLINE.NET , Bone — Upaya penguatan ekonomi desa kembali disuarakan oleh Yusril Ihza Mahendra melalui gagasan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berbasis wisata kuliner di Desa Cege, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone.

Sebagai putra daerah, Yusril mengaku terpanggil untuk berkontribusi dalam mendorong kemajuan kampung halamannya. Ia menilai, potensi desa yang dimiliki saat ini belum dimanfaatkan secara optimal, khususnya dalam sektor ekonomi kreatif berbasis lokal.

“Saya ingin melihat Desa Cege berkembang dan mandiri. BUMDes harus menjadi motor penggerak perekonomian yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Menurutnya, konsep wisata kuliner terpadu dapat menjadi solusi strategi untuk menghidupkan aktivitas ekonomi desa. Gagasan tersebut mengedepankan integrasi antara pelaku UMKM, pemanfaatan ruang publik, serta pengelolaan potensi alam sebagai daya tarik wisata.

Ia menjelaskan, pengembangan ini dapat diwujudkan melalui pembangunan sentra kuliner desa yang tertata, penyediaan lapak bagi warga, serta penataan kawasan yang nyaman dan estetis, seperti area bersantai di sekitar aliran sungai maupun ruang terbuka hijau dengan fasilitas pendukung.

Yusril Ihza Mahendra, Putra Daerah Kabupaten Bone (Dok. Pribadi)

Lebih dari sekedar pusat transaksi ekonomi, kawasan tersebut juga diharapkan menjadi ruang interaksi sosial dan budaya masyarakat, sehingga mampu memperkuat identitas lokal sekaligus menarik minat pengunjung dari luar desa.

“Jika dikelola dengan baik, konsep ini dapat menciptakan perputaran ekonomi baru. Warga mendapatkan peluang usaha, pengunjung datang, dan desa memperoleh manfaat secara berkelanjutan,” jelasnya.

Yusril juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan BUMDes. Ia menilai, pengelola perlu dibekali kemampuan manajerial, menjaga standar kebersihan, serta memanfaatkan teknologi digital untuk promosi agar mampu bersaing di era modern.

Ia pun berharap adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah desa dan masyarakat dalam merealisasikan gagasan tersebut. Dengan sinergi yang baik, BUMDes di Desa Cege diyakini dapat berkembang menjadi lebih produktif, mandiri, dan memiliki daya saing.

“Potensi desa sangat besar. Kuncinya ada pada pengelolaan yang visioner dan keberanian untuk berinovasi,” tutupnya.***