Metropolitan

Zahran Fadhilah Atha Dinobatkan Pesilat Terbaik Dewasa di Kejuaraan Nasional Esa Unggul Championship

×

Zahran Fadhilah Atha Dinobatkan Pesilat Terbaik Dewasa di Kejuaraan Nasional Esa Unggul Championship

Share this article

Metroheadline.net, Jakarta – Nama Zahran Fadhilah Atha kembali mengharumkan dunia pencak silat nasional. Pesilat muda andalan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Tegal Parang, Jakarta Selatan, ini tampil gemilang dan dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Kelas Dewasa dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Esa Unggul Championship Tingkat Nasional, di Jakarta Selatan, Minggu, 1 Februari 2026.

Penampilannya yang penuh teknik, ketenangan, dan semangat juang tinggi menjadikan Atha sebagai sorotan utama dalam kejuaraan bergengsi tersebut.

Keberhasilan Atha menjadi prestasi puncak dari kiprah PSHT Rayon Tegal Parang yang menurunkan 10 atlet terbaiknya dalam kejuaraan ini. Dari total atlet yang bertanding, PSHT Tegal Parang berhasil menyabet 5 medali emas, 2 perak, 1 perunggu, sementara 2 atlet harus terhenti di babak penyisihan. Tak hanya itu, satu atlet kelas dewasa atas nama Zahran Fadhilah Atha berhasil meraih predikat Pemain Terbaik Dewasa, menegaskan kualitas pembinaan di rayon tersebut.

Ketua PSHT Rayon Tegal Parang, Yekti, mengungkapkan rasa syukur atas capaian para atlitnya.

Ia menambahkan, “Alhamdulillah Gusti Allah memberikan nikmat sedikit tapi nyelekit. Semoga ke depannya PSHT Terang semakin cemerlang dan berjaya.”

Kejuaraan Pencak Silat Esa Unggul Championship sendiri digelar oleh Universitas Esa Unggul sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan olahraga pencak silat yang kini semakin diminati berbagai kalangan, mulai dari usia dini hingga dewasa. Kejuaraan ini mendapat dukungan resmi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA), Kementerian Pemuda dan Olahraga (KEMENPORA), PB IPSI, serta seluruh perguruan pencak silat di Indonesia, dan sejumlah sponsor.

Urutan ketiga dari (kiri -kanan), Atha Pencak Silat Terbaik

Ajang nasional ini dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, pukul 08.00 WIB, bertempat di Gelanggang Remaja dan Olahraga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, Jalan Raya Bogor No. 25/26. Peserta datang dari 11 provinsi, dengan kategori usia usia dini (SD), praremaja (SMP), remaja (SMA), hingga dewasa/mahasiswa.

“Tujuan utama kejuaraan ini adalah menjalin silaturahmi antar perguruan pencak silat di Indonesia. Selain itu, ini juga menjadi ajang pembinaan dan pencarian bibit atlet berprestasi,” kata Yekti. Ia juga menambahkan bahwa kejuaraan ini memberikan peluang pendidikan bagi atlet berprestasi.

“Bagi atlet remaja SMA yang meraih juara, mereka berkesempatan mendapatkan beasiswa kuliah hingga S1 secara gratis di Universitas Esa Unggul,” jelasnya.

Dalam pertandingan, para pesilat menunjukkan kemampuan terbaik mereka melalui teknik, strategi, serta sportivitas tinggi.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah biasa dipanggil – Atha dari kelas dewasa. Atha dikenal sebagai atlet berpengalaman yang telah lama berkecimpung di dunia pencak silat dan memiliki sederet prestasi membanggakan.

“Sudah bertahun-tahun saya mengikuti kejuaraan pencak silat, sejak kecil,” ungkap Atha dengan penuh semangat.

Pelatih teknik PSHT Tegal Parang, Bowo, turut mengapresiasi capaian anak didiknya.

“Potensi Atha sangat bagus. Secara teknik, mental, dan disiplin dia sudah matang. Saya yakin dia bisa terus juara dan melangkah lebih jauh,” ujarnya optimistis.

Diketahui, Atha merupakan peserta didik dari Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang aktif dibina di Rayon Tegal Parang, Jakarta Selatan. Pembinaan yang konsisten dan dukungan penuh dari pelatih serta pengurus menjadi kunci keberhasilan para atlet.

Di waktu yang bersamaan, Pembina PSHT Tegal Parang Jakarta Selatan, Kompol Joko Raharjo, turut memberikan dukungan dan semangat kepada seluruh komunitas pencak silat Indonesia, khususnya PSHT Tegal Parang.

“Kejuaraan ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi sebagai ajang silaturahmi dan mempererat persaudaraan antar perguruan pencak silat di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Prestasi Atha dan PSHT Tegal Parang menjadi bukti bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan wadah pembentukan karakter, disiplin, dan prestasi yang membanggakan bangsa.(dms)