METROHEADLINE.NET , Bogor – Polri hadiri upacara pengudusan secara kedinasan untuk almarhumah Meriyati Hoegeng di Tempat pengudusan Umum (TPU) Giritama, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai bentuk pengudusan terakhir atas pengabdian keluarga besar Hoegeng terhadap bangsa dan negara
Upacara pemakaman dipimpin langsung oleh Kabareskrim Polri, Komjen Pol Wahyu Widada, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam Berbagainya, ia menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Meriyati Hoegeng.

Atas nama pimpinan Polri, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya.Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan ketabahan, kesabaran, serta kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan, ujar Komjen Wahyu Widada.
Ia menegaskan, kepergian almarhumah menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar Polri. Meriyati Hoegeng dikenal sebagai sosok Bhayangkari teladan yang setia mendampingi perjuangan sang suami, Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Imam Santoso, dengan penuh loyalitas, dedikasi, dan kesederhanaan.
“Semasa hidupnya, almarhumah telah mengabdikan diri dengan tulus kepada kepolisian, bangsa, dan negara. Keteladanan beliau patut menjadi inspirasi bagi kita semua,” lanjutnya.

Dalam suasana penuh haru, ratusan pelayat yang terdiri dari keluarga, kerabat, serta jajaran Polri turut hadir memberikan penghormatan terakhir. Doa yang dipanjatkan agar almarhumah mendapat ampunan atas segala khilaf serta diterima amal baktinya.

Upacara kebesaran Polri ini menjadi simbol penghargaan institusi atas jasa dan keteladanan keluarga Hoegeng, yang dikenal luas sebagai lambang kejujuran dan integritas dalam tubuh kepolisian.


Meriyati Hoegeng wafat dalam usia 100 tahun dan kini dimakamkan diiringi sang suami di TPU Giritama. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam sekaligus warisan nilai moral yang abadi bagi generasi penerus bangsa.***












