METROHEADLINE.NET, Jakarta – Kekecewaan memuncak. Ratusan mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Jawa Barat yang tergabung dalam koordinator aksi mendatangi Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), namun tidak ditemui oleh Kepala BGN.
Koordinator Aksi, Iman Rohiman, mengungkapkan, ia sudah 20 hari meninggalkan rumah, berkeliling dari kabupaten ke kabupaten di Jawa Barat untuk konsolidasi. Dari 6.000 titik dapur di Jawa Barat, sekitar 800-1.000 dapur belum running, belum dioperasionalkan dan belum dibayar.
“SK kami diberikan tanggal 25 Oktober, sekarang sudah lewat. Tidak ada kejelasan,” tegas Iman di depan kantor BGN, Selasa (2/12026).
Kedua, terkait tata kelola. Mitra mengaku sangat dirugikan dengan kebijakan dan aturan yang dikeluarkan BGN terkait SPS 2 dan kebijakan lainnya.
Padahal, menurutnya, Presiden telah menegaskan bahwa program MBG adalah program mulia yang harus dinikmati anak-anak di pelosok desa. Faktanya, di pelosok, anak-anak justru masih menanti, sementara dapur yang sudah dibangun mitra tidak kunjung beroperasi.
“Kami bukan menuntut, kami memberi masukan. Kami adalah mitra, partner kerja, bukan musuh. Kami yang menyukseskan program ini. Hargai kami ketika kami bertamu,” ujar Iman.
Iman menyebut, upaya mediasi sudah dilakukan. Mereka sudah bersurat, bahkan difasilitasi kepolisian dan DPR RI, namun hasilnya nihil. Tidak ada jawaban yang memuaskan, bahkan tidak ada jawaban sama sekali.
Fakta Mencengangkan:
– Se-Jawa Barat: 6.000 titik dapur, 800-1.000 belum running
– Nasional khusus 3T: 5.400 titik belum ada satu pun yang running
– Nasional total: 13.000 titik dapur mangkrak
– Jika dikali Rp 2 miliar per dapur, kerugian investasi mitra mencapai puluhan triliun rupiah.
“Kami ingin dimusyawarahkan. Kalau tidak bisa diselesaikan baik-baik, rekan-rekan kami dari Banten dan Jawa sudah mulai proses gugatan ke pengadilan,” pungkasnya.
Iman Rohiman menegaskan, pihaknya akan kembali ke daerah untuk berkumpul bersama keluarga sambil menunggu itikad baik dari Kepala BGN untuk berdialog secara bijak.
PERNYATAAN SIKAP MITRA MBG SE-JAWA BARAT
1. Kami mendukung penuh program Presiden Prabowo Subianto terkait Makan Bergizi Gratis sebagai program mulia untuk anak bangsa.
2. Kami menilai tata kelola BGN saat ini merugikan mitra secara nyata melalui kebijakan SPS 2 dan moratorium dapur tanpa kejelasan operasional dan pembayaran.
3. Kami kecewa Kepala BGN tidak menemui kami padahal sudah bersurat resmi dan difasilitasi oleh Kepolisian dan DPR RI. Ini bentuk tidak menghargai mitra sebagai partner kerja.
4. Kami menuntut kejelasan nasib 13.000 dapur di seluruh Indonesia (6.000 di Jabar) yang sudah dibangun dengan biaya miliaran rupiah per dapur namun belum running.
5. Jika tidak ada dialog dalam waktu dekat, kami akan menempuh jalur hukum. Proses gugatan ke pengadilan sudah mulai disiapkan mitra dari Banten dan Jawa.***