Melalui Program Bangga Kencana, Keluarga Berkualitas Menjamin Masa Depan Bangsa Indonesia

Spread the love

Jakarta, Metroheadline.net – Pemerintah melalui Kemendukbangga/BKKBN bersama DPR RI terus berkolaborasi melaksanakan program prioritas nasional melakukan pengawasan terhadap program Bangga Kencana sebagai persiapan menuju Indonesia Emas 2045 Sebagai implementasi, dilaksanakan sosialisasi program Bangga Kencana, Minggu (13/9/2026), di Rumah Bapak Ahmad Syafii, Desa Begendeng, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk Jawa Timur.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, M. Yahya Zaini, SH menegaskan bahwa keluarga merupakan institusi yang terpenting dalam pembangunan sebuah bangsa. Menurutnya, jika keluarga sejahtera dan bahagia maka akan berdampak pada terciptanya negara yang bahagia dan sejahtera pula.

“Pemerintah telah mengeluarkan program GENTING (gerakan orang tua asuh mencegah stunting). Hal ini merupakan bentuk intervensi pemerintah mengingat masih tingginya angka Stunting,” ucap Yahya.

Program berikutnya, kata Yahya, adalah program TAMASYA (taman asuh sayang anak) guna melindungi anak-anak. GATI (gerakan ayah teladan Indonesia), SIDAYA (lansia berdaya), aplikasi AI untuk konseling keluarga.

“Saya ingin menggaris bawahi persoalan stunting yang masih dihadapi bangsa Indonesia. Oleh karena itu kita harus fokus memberikan perhatian, pembinaan, pengasuhan pada 1000 hari pertama kehidupan karena sangat menentukan pertumbuhan anak-anak kita,” tutur Yahya.

Untuk mencegah stunting, kata Yahya, kita perlu memberikan asupan gizi pada ibu hamil terutama protein hewani. Kemudian memberi ASI ekslusif, membawa anak ke posyandu, dan menjaga lingkungan tetap bersih

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, SH., MM menjelaskan, persoalan kependudukan dan pembangunan keluarga menjadi isu strategis yang tengah ditangani oleh Pemerintah. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mempersiapkan SDM yang unggul dan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas.

“Kemendukbangga/BKKBN ikut serta dalam upaya mempersiapkan sumberdaya manusia (SDM) yang unggul dan pembangunan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Shodiqin.

Ia menambahkan, mengatasi persoalan Stunting dan kesehatan ibu & anak merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan pembangunan keluarga berkualitas. Menurutnya, pembangunan Kesehatan ibu dan anak merupakan prioritas nasional demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Sementara, penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka Kematian bayi (AKB) masih menjadi tantangan besar yang memerlukan intervensi terintegrasi, komprehensif dan berbasis keluarga.

Dalam pemaparannya, Kepala Dinas PPKB Kab. Nganjuk, Dra. Asti Widiyartini, M.Si mengatakan, secara umum seorang ibu dalam keluarga memiliki peran sebagai Pemberi kasih sayang dan kelekatan (bonding), Pengasuh utama dalam kebutuhan dasar (makan, tidur, kebersihan), Pengarah stimulasi perkembangan, dan Pemantau kesehatan serta respon terhadap risiko tumbuh kembang.

Secara spesifik, lanjut Asti, peran ibu dapat dilihat dari aspek fisik, aspek kognitif, aspek sosial emosional dan aspek motorik. Dari aspek fisik, ibu berperan memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan 2 tahun, melakukan pemantauan berat badan dan tinggi badan tiap bulan di Posyandu, menjaga imunisasi lengkap dan higienitas lingkungan, serta membentuk kebiasaan tidur teratur.

Dari aspek Kognitif, seorang ibu melakukan komunikasi sejak dini, memberian mainan edukatif sesuai usia. Dari sudut pandang sosial emosional, ibu akan memberikan sentuhan fisik, merespon cepat ketika bayi menangis, mencontohkan emosi positif & sopan, mengajarkan berbagi, sabar, dan interaksi dengan teman sebaya. Sementara untuk melatih motorik,seorang ibu melatih buah hatinya merangkak, berjalan, bermain bola, berlari, memegang benda kecil, puzzle, mencoret, menyusun balok, dan sebagainya. (DBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *