Daerah

Pemakaman Michael Bambang Hartono di Rembang Berlangsung Khidmat, Ribuan Pelayat Antarkan ke Peristirahatan Terakhir

×

Pemakaman Michael Bambang Hartono di Rembang Berlangsung Khidmat, Ribuan Pelayat Antarkan ke Peristirahatan Terakhir

Share this article
Iringan Mobil Jenazah Almarhum Michael Bambang Hartono

METROHEADLINE.NET, Rembang – Prosesi pemakaman Chairman PT Djarum, Michael Bambang Hartono, berlangsung khidmat di kompleks pemakaman keluarga Djarum, Desa Punjulharjo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2026).

Jenazah almarhum tiba di lokasi pemakaman sekitar pukul 10.20 WIB dalam iring-iringan rombongan keluarga dan pelayat. Prosesi pemakaman kemudian dilaksanakan sekitar pukul 11.00 WIB dengan suasana penuh duka.

Sebelumnya, jenazah diberangkatkan dari GOR Djarum Jati, Kabupaten Kudus, sekitar pukul 09.00 WIB. Almarhum telah disemayamkan di lokasi tersebut sejak 22 Maret 2026, memberikan kesempatan bagi kerabat, karyawan, hingga masyarakat luas untuk memberikan penghormatan terakhir.

Sejak pagi hari, kawasan pemakaman dipadati pelayat dari berbagai kalangan. Tidak hanya keluarga dan kolega, ratusan karyawan Djarum turut hadir untuk mengantarkan sosok yang mereka kenal sebagai pemimpin sederhana dan peduli.

Deretan karangan bunga duka cita dari berbagai tokoh nasional, perusahaan, hingga relasi bisnis tampak memenuhi area sekitar pemakaman, menandakan besarnya penghormatan terhadap almarhum.

Diketahui, Michael Bambang Hartono meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.15 waktu Singapura. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga dunia usaha di Indonesia.

Sebagai salah satu tokoh penting di industri rokok nasional, ia bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, membesarkan Djarum menjadi perusahaan besar yang dikenal hingga mancanegara.

Tak hanya di dunia bisnis, almarhum juga aktif dalam kegiatan sosial melalui Djarum Foundation, yang berkontribusi di bidang pendidikan, olahraga, lingkungan, dan budaya.

Kepergian Michael Bambang Hartono menjadi kehilangan besar bagi Indonesia, sekaligus meninggalkan warisan nilai kerja keras, kesederhanaan, dan kepedulian sosial yang akan terus dikenang.***